Rabu, 17 Jun 2026 12:35 WIB

Pemain Drama 'Surabaya Membara' Gelar Tabur Bunga di Viaduk Pahlawan

  • Penulis :
  • | Senin, 12 Nov 2018 20:19 WIB
Tabur bunga pemain drama kolosal 'Surabaya Membara' di Viaduk Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (12/11/2018)
Tabur bunga pemain drama kolosal 'Surabaya Membara' di Viaduk Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (12/11/2018)

jatimnow.com - Drama Kolosal 'Surabaya Membara' yang digelar di Jalan Pahlawan memakan 3 korban tewas dan 20 lainnya luka-luka. Sejumlah korban luka, ternyata merupakan keluarga dari pemain drama tersebut.

Pascainsiden itu, para pemain menggelar tabur bunga dan doa bersama di bawah Viaduk (Rel Kereta Api) Jalan Pahlawan, Senin (12/11/2018) sekitar pukul 16.30 Wib. Doa dan tabur bunga itu dipimpin Taufik Monyong salah satu penggagas 'Surabaya Membara'.

Baca Juga: Hotel di Surabaya Ini Rayakan Hari Pahlawan dengan Menjamu Veteran dan Janda Veteran

Ditemui di lokasi, Taufik Monyong menyebut, tabur bunga dan doa itu dilakukan para pemain drama agar 3 korban meninggal dunia dalam insiden Jumat (9/11/2018) malam lalu itu, bisa diterima disisi Allah.

"Diampuni dosa-dosanya dan di tempatkan di surganya Allah," sambungnya.

Selain itu, tabur bunga ini sekaligus untuk mengirimkan doa keselamatan kepada para korban luka yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Hari Pahlawan, MK RI Ukir Sejarah di Uzbekistan



"Sebab ternyata, beberapa orang yang luka ternyata keluarga para pemain drama," katanya.

Terkait rencana pagelaran 'Surabaya Membara' tahun depan (2019), Taufik menyatakan belum membahasnya.

"Kami ini kan bukan EO (Event Organizer) yang mencari keuntungan atas sebuah pagelaran. Jadi tahun depan bagaimana? Tergantung adik-adik pemain ini, masih semangat atau bagaimana," tegasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Tekankan Nilai Kesabaran dan Pengabdian

Soal pemilihan tempat di Jalan Pahlawan? Taufik Monyong juga menyatakan belum punya bahan, apakah nantinya tetap di jalan itu atau tidak. Sebab selama 7 kali Drama Kolosal 'Surabaya Membara' digelar, dirinya memilih jalanan sebab pemerintah tidak menyediakan apa-apa," ungkapnya.

"Jadi, terserah rekomendasi pemerintah, kita mau diberi tempat di mana untuk tahun depan. Tapi sekali lagi, terselenggara atau tidak nantinya tergantung adik-adik pemain ini," pungkas pria yang juga menjadi Ketua DKJT (Dewan Kesenian Jawa Timur) ini.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.