Minggu, 26 Jul 2026 06:30 WIB

Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Tekankan Nilai Kesabaran dan Pengabdian

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mepimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2025. (Foto: Diskominfo Gresik)
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mepimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2025. (Foto: Diskominfo Gresik)

jatimnow.com - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mepimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2025. Acara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta pesan-pesan pahlawan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Senin, (10/11/2025).

Hari Pahlawan yang bertajuk "Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan" itu juga diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan 3.022 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Baca Juga: Staf PMD Gresik Jadi Tersangka Penipuan PPPK, Janjikan Lolos Lewat Jalur Dalam

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dalam sambutannya, saat dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan, para Pahlawan mengajarkan, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan, lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan. 

Karenanya, ada tiga hal yang dapat diteladani dari Pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para Pahlawan, mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum dan sabar membangun kebersamaan ditengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan, dan jalan perjuangan. 

"Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa. Tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan, "ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya, yaitu setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Namun mereka justru kembali ke rakyat, untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Baca Juga: DPRD Gresik Sampaikan Rekomendasi dan Strategi untuk Pemkab Optimalkan PAD

Ketiga, Gus Yani melanjutkan, pandangan jauh kedepan, dimana para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk memakmurkan bangsa yang mereka cintai. Serta menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari ibadah, darah, dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.

"Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah modal besar bagi generasi saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan," ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Saifullah Yusuf mengatakan saat ini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat yang tetap sama. Yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Baca Juga: Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak, Pemkab Gresik Diapresiasi

"Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya." tegasnya.

Di akhir sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mengajak untuk bersyukur dan berjanji, bahwa kemerdekaan tidak akan sia-sia, dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.

"Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak." pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.