Minggu, 14 Jun 2026 07:40 WIB

Festival Kopi Sepuluh Ewu, Lahir dari Tradisi di Kemiren

  • Penulis :
  • | Minggu, 11 Nov 2018 09:00 WIB
Suasana Festival Kopi Sepulu Ewu yang dipadati pengunjung
Suasana Festival Kopi Sepulu Ewu yang dipadati pengunjung

jatimnow.com - Ribuan orang memadati jalan utama Desa Kemiren, Kecamatan Glagah Banyuwangi, Sabtu (10/11/2018) malam.

Ribuan pengunjung tersebut datang untuk menikmati kopi Banyuwangi dalam sebuah Festival Kopi Sepuluh Ewu (Sepuluh Ribu Kopi).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Di sepanjang jalan, tersedia bangku, tikar dan tempat duduk lainnya. Pengunjung bisa memilih untuk singgah dimanapun.

Menikmati seduhan kopi yang disuguhkan gratis oleh warga Kemiren. Jajanan tradisional pun tak luput dihidangkan untuk menemani secangkir kopi. Ada pisang goreng, apem, kucur, klemben dan lain sebagainya.

Geliat Festival Kopi Sepuluh Ewu tersebut, tak sekadar festival. Ada seribu makna lain yang terkandung di dalamnya. Mulai dari nilai-nilai filosifis, tradisi hingga gerakan ekonomi kreatif.

"Festival ini adalah festival yang berangkat dari rakyat, dikelola oleh rakyat dan untuk rakyat ini sendiri. Festival Ngopi ini sebagai undangan kepada khalayak untuk merasakan kehangatan warga Kemiren dalam menyambut tamu," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, seperti rilis yang diterima jatimnow.com.

Sudah sejak lama, masyarakat Kemiren yang mayoritas Suku Osing itu, memiliki tradisi menyuguhkan kopi kepada para tamunya.

Suguhannya pun khas. Tak menggunakan gelas. Tapi, menggunakan cangkir khusus yang jarang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Tradisi masyarakat Kemiren yang suka berbagi inilah yang menjadi ruh dari festival ini. Dari tradisi demikian, Festival Sepuluh Ewu di Kemiren memiliki nilai lebih. Warga Kemiren mendapat banyak keberkahan dari kegemarannya bersedekah ini," selorohnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Lebih jauh dikatakan Anas, festival ini bertujuan untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif.

Anas lalu mengutip pendapat dari milliyader dunia Jack Ma, tentang tiga hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 menurut Jack Ma harus ada tiga hal yang disiapkan. E-government, education dan ekonomi kreatif. Dua hal pertama dipersiapkan langsung oleh pemerintah. Sedangkan ekonomi kreatif dilakukan bersama-sama rakyat. Festival ini adalah bagian dari mendorong ekonomi kreatif tersebut," paparnya.

Sektor agro (pertanian), lanjut Anas, menjadi elemen terbesar dalam mendorong ekonomi kreatif. "Dari riset yang dilakukan provinsi, sektor agro menjadi penyumbang terbesar dalam pemberdayaan ekonomi kreatif," ungkapnya.

Untuk itu, kopi sebagai salah satu hasil produksi pertanian Banyuwangi, didorong menjadi ekonomi kreatif. Mulai dari peningkatan hasil tani, produksi, distribusi hingga penjualannya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

"Sebelum ini, kita juga menggelar event Coffee Processing. Ini untuk mengedukasi pelaku bisnis kopi di Banyuwangi lebih profesional dan sesuai standarisasi pasar. Hal ini untuk mendorong ekonomi kreatif lebih pesat," tegasnya.

Tak hanya pada kopi, Pemda Banyuwangi juga mendorong potensi hasil pertanian di masing-masing desa atau kecamatan. Potensi tersebut akan menjadi basis pengembangan ekonomi kreatif.

"Pemkab sedang menganggarkan bantuan alat roasting, pengering buah naga, dan peralatan lain untuk mendorong potensi ekonomi kreatif berbasis agro di Banyuwangi," pungkasnya

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.