Minggu, 14 Jun 2026 11:28 WIB

Awas Tiket Kereta Api Palsu, Tiket Asli Sudah Habis Terjual

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 20 Mar 2018 14:53 WIB
Penumpang di salah satu stasiun kereta api.
Penumpang di salah satu stasiun kereta api.

jatimnow.com - Calon penumpang kereta api (KA) yang belum mendapat tiket mudik, harus lebih berhati-hati.

Sebab, tiket KA dari Jakarta atau Bandung menuju Madiun, maupun Madiun  ke Yogyakarta telah habis terjual.

Baca Juga: Libur Panjang, Penumpang Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 253 Ribu Orang

Sehingga, jika ada calo yang menjual dapat dipastikan palsu. Namun, antara tiket asli dan palsu tetap dapat dibedakan.

Manajer Humas DAOP VII PT KAI Supriyanta mengatakan, perbedaan pertama terdapat pada kertas. Jenis kertas yang digunakan pada tiket palsu, biasanya memakai kertas HVS.

Tentunya jenis kertas tersebut berbeda dengan standar kertas yang digunakan PT KAI untuk tiket boarding pass. "Dari jenis kertas berbeda. Bisa jadi pake HVS," urainya.

Selain itu, perbedaan kedua ada pada jenis font huruf dan latar kertas. Ia menjelaskan,  standar font yang ada pada tiket palsu berbeda dengan standar yang dimiliki PT KAI.

"Dari jenis font huruf juga beda dari standar kita, dari latar (kertas) juga, tulisan latar kalau (tiket) asli ada, kalau ini nggak ada, yang ini (latarnya) polos sekali," katanya

Baca Juga: Daop 8 Surabaya Uji Coba Biodiesel B50 di Lokomotif KA Sembrani

Termasuk tulisan latar yang tidak terdapat pada tiket palsu. Seharusnya ada tulisan latar PT Kereta Api Indonesia. Begitu pula nama kereta api yang tertulis tidak baku.

Tidak hanya itu, kode booking juga  tertulis salah. Bisa jadi tiket palsu tertera angka 8, sedangkan seharusnya kode bookingnya adalah 6.

Ciri palsu yang sangat jelas terlihat secara kasat mata yakni watermark PT KAI, dan saat dilakukan scanning terhadap tiket, barcode pun tidak terbaca oleh sistem.

"Watermark KAI-nya, belum lagi di sistem kita. Ketika di scanner muncul, (barcode) nggak kebaca," katanya.

Baca Juga: Angkutan Barang KAI Daop 8 Surabaya Naik 10 Persen pada Triwulan I 2026

Ia menegaskan sekali lagi, tiket mudik sudah habis. "Yang jelas, kami himbau masyarakat agar membeli via channal pembelian resmi, serta tidak memaksakan untuk mendapatkan tiket apabila sudah habis di online," tegasnya 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.