Angkutan Barang KAI Daop 8 Surabaya Naik 10 Persen pada Triwulan I 2026
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 25 Apr 2026 17:38 WIB
jatimnow.com – Sektor logistik berbasis kereta api di wilayah Jawa Timur menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatatkan kenaikan volume angkutan barang sebesar 10 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya sukses mengangkut total 713.125 ton logistik. Angka ini melonjak secara signifikan dari capaian pada Triwulan I tahun 2025 yang berada di angka 649.263 ton.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang
Peningkatan tajam ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan para pelaku usaha terhadap kereta api sebagai tulang punggung distribusi barang yang andal, efisien, dan berkelanjutan semakin meningkat.
Berdasarkan data KAI Daop 8, dari total angkutan tersebut, komoditas peti kemas mendominasi volume pengiriman dengan capaian mencapai 385.088 ton. Selain peti kemas, kereta api angkutan barang juga melayani distribusi berbagai komoditas strategis lainnya, mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), semen, pupuk, hingga bahan pangan pokok.
Jaringan logistik kereta api yang terintegrasi memungkinkan distribusi komoditas tersebut menjangkau berbagai titik strategis di Jawa Timur. Alur pengiriman secara mulus menghubungkan kawasan pelabuhan, sentra produksi, hingga kawasan industri terpadu.
Baca Juga: Libur Idul Adha, Mobilitas Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Tembus 147 Ribu Orang
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa pencapaian positif di awal tahun 2026 ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik yang adaptif terhadap dinamika pasar dan berorientasi penuh pada kebutuhan pelanggan.
“Peningkatan kinerja angkutan barang pada Triwulan I 2026 ini menegaskan bahwa kereta api semakin menjadi solusi utama distribusi logistik. Tidak hanya efisien dan tepat waktu, tetapi juga sangat ramah lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen KAI untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan masyarakat luas,” jelas Mahendro.
Di luar aspek bisnis, tren positif peningkatan angkutan barang ini juga sejalan dengan target global dan nasional terkait keberlanjutan lingkungan (sustainability). Dibandingkan dengan moda transportasi darat berupa truk komersial, kereta api terbukti memiliki tingkat efisiensi energi yang jauh lebih baik serta menghasilkan jejak emisi karbon yang jauh lebih rendah.
Baca Juga: KAI Daop 8 Surabaya Tutup 4 Perlintasan Liar di Sidoarjo dan Bojonegoro
Keberhasilan KAI Daop 8 dalam mendongkrak volume angkutannya turut berkontribusi langsung terhadap upaya pemerintah dalam menekan emisi gas buang di sektor transportasi, sekaligus menjawab tantangan logistik nasional secara berkelanjutan.
“KAI Daop 8 Surabaya akan terus mengoptimalkan layanan angkutan barang yang terintegrasi, andal, dan tentu berdaya saing tinggi. Kami mengajak seluruh pelaku usaha untuk beralih memanfaatkan layanan logistik berbasis kereta api sebagai solusi distribusi masa depan yang aman dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Mahendro.
Editor : Dadang Kurnia