Selasa, 16 Jun 2026 09:22 WIB

Vaksinasi Difteri Tahap Ketiga Digelar di Kota Mojokerto

Petugas Dinas Kesehatan Kota Mojokerto saat melakukan vaksinasi/ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Mojokerto saat melakukan vaksinasi/ Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.

jatimnow.com - Outbreak respons immunization (ORI) difteri kembali digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto. Kali ini, imunisasi massal itu menyasar pada anak mulai usia 1-19 tahun atau usia sekolah mulai jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Romlah Handayani, Vaksinator dari Puskesmas Kranggan menjelaskan, vaksin-vaksin diberikan kepada siswa kelas I hingga VI selama putaran ketiga ini.

Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Imunisasi Campak, Galang Kolaborasi Lintas Sektor

“Untuk kelas I SD diberikan vaksin DT (difteri-tetanus), sedangkan kelas II sampai VI vaksin TD (tetanus-difteri),” ujarnya, Jumat (2/11/2018).

Imunisasi ini kembali dilakukan di Kota Mojokerto, mengingat Kota Mojokerto beberapa saat lalu ditetapkan sebagai wilayah dengan kejadian luar biasa (KLB) difteri.

Hal itulah yang membuat vaksinasi ulang terhadap anak usia 1 hingga 19 tahun itu.

Baca Juga: Turunkan Zero Dose di Kediri, Mbak Cicha Minta Imunisasi Kejar Diaktifkan

"Untuk imunisasi putaran kali ini merupakan tahap akhir dan semuanya diharapkan tuntas dalam satu bulan ini. Bagi siswa yang sakit dan izin tidak masuk ditunda dulu, nanti kalau sudah sehat akan menyusul imunisasi di sekolah lain," ungkapnya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, total anak usia 1 hingga 19 tahun yang menjadi sasaran vaksinasi kali ini mencapai 35 ribu jiwa. Jumlah tersebut tersebar di tiga wilayah kecamatan.

Untuk anak usia sekolah, lanjut Romlah, petugas secara bergiliran akan mendatangi lembaga pendidikan di Kota Mojokerto tersebut untuk melakukan vaksinasi.

Baca Juga: Difteri Menyerang Pamekasan, 1 Anak Meninggal dan 4 Lainnya Masih Dirawat

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.