Rabu, 17 Jun 2026 06:04 WIB

Evaluasi Akhir Oktober, 180 Kasus Kebakaran Terjadi di Mojokerto

Ilustrasi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Mojokerto saat melakukan pemadaman kebakaran rumah/Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Mojokerto saat melakukan pemadaman kebakaran rumah/Foto: Khilmi Sabikhisma Jane.

jatimnow.com - Terhitung sejak September hingga Oktober 2018, kebakaran di Kabupaten/Kota Mojokerto mencapai 180 kasus.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, dari 180 kasus ini, kebakaran yang paling mendominasi adalah kasus kebakaran hutan.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

"Kebakaran hutan masih dominan, dari 180 kasus, ada 101 kasus kebakaran hutan. Ini berdasarkan rekapitulasi data perakhir Oktober 2018," ujarnya, Kamis (1/11/2018).

Menempati peringkat kedua, merupakan kejadian kebakaran gedung dan bangunan. Perakhir Oktober ini, terhitung ada 43 kasus kebakaran yang meludeskan gedung dan bangunan di Kabupaten/Kota Mojokerto.

Sedangkan di peringkat ketiga, kasus kebakaran lahan dengan jumlah kasus 38. "Ini termasuk kebakaran tebu, rumpun bambu dan sampah," tuturnya.

Meski dua bulan ini kasus kebakaran di Kabupaten dan Kota Mojokerto terbilang tinggi, beruntung tidak ada kejadian kebakaran yang mengakibatkan korban jiwa.

Zaini berharap, adanya tim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah dibentuk pemerintah daerah setidaknya bisa optimal.

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

Pasalnya, untuk mengatasi kasus karhutla, BPBD juga membutuhkan bantuan dari instansi samping.

"Semoga tahun depan tim karhutla bisa semakin optimal. Tim karhutla ini kan anggotanya ada beberapa OPD, TNI-Polri serta relawan. Kami berharap tahun depan tim bisa betul-betul optimal," harapnya.

Sementara itu, Zaini menjelaskan, mengingat di kawasan Kabupaten dan Kota Mojokerto saat ini telah banyak gedung-gedung bertingkat, pihaknya berencana akan melakukan survei untuk memastikan SOP pengelolaan gedung sudah betul.

Baca Juga: Rumah di Kediri Terbakar Gegara Obat Nyamuk Saat Pemilik Pergi Mancing

Hal itu dilakukan bertujuan untuk melakukan langkah pengurangan risiko bencana (PRB).

"Kami akan datang langsung nanti, baik ke swasta atau lembaga pemerintah. Kita akan pastikan, di kantor-kantor iku SOP pengelolaan gedung sudah benar. Ada aparnya (alat pemadam kebakaran ringan), jalur evakuasi, dan titik kumpul saat ada keadaan darurat," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.