Kamis, 16 Jul 2026 19:14 WIB

600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

ECOTON mengedukasi 600 siswa SDIT El Haq Sidoarjo tentang bahaya mikroplastik saat MPLS sekaligus memperkuat komitmen sekolah bebas plastik sekali pakai. (Foto: Ecoton for jatimnow.com)
ECOTON mengedukasi 600 siswa SDIT El Haq Sidoarjo tentang bahaya mikroplastik saat MPLS sekaligus memperkuat komitmen sekolah bebas plastik sekali pakai. (Foto: Ecoton for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 600 siswa SD Islam Terpadu (SDIT) El Haq Sidoarjo mengikuti program edukasi lingkungan Microplastic Journey yang digelar ECOTON dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran tentang bahaya mikroplastik sekaligus memperkuat komitmen sekolah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Baca Juga: Cerita Sedih Guru SDN Gadungan 2 Kediri, Tak Ada Murid Baru di Penghujung Masa Bakti

Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah itu diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6 bersama lebih dari 20 ustaz dan ustazah.

Salah satu instalasi yang menarik perhatian peserta adalah "Kran Plastik". Berbeda dengan keran biasa yang mengalirkan air, instalasi tersebut justru mengeluarkan botol dan sampah plastik sebagai gambaran bahwa penggunaan plastik sekali pakai yang terus berlangsung akan memperparah pencemaran lingkungan hingga menghasilkan mikroplastik.

Zada, siswi kelas 6A, mengaku langsung memahami pesan yang ingin disampaikan melalui instalasi tersebut.

"Biasanya keran mengeluarkan air, tapi yang saya lihat justru botol-botol plastik. Dari situ saya paham sampah plastik sudah terlalu banyak dan harus mulai dikurangi," ujarnya.

Dalam sesi berikutnya, siswa dikenalkan pada lima jenis mikroplastik melalui patung edukatif berwarna. Kelimanya meliputi fiber yang berasal dari serat kain sintetis, filamen dari plastik tipis seperti kantong belanja, fragmen dari pecahan plastik keras, granul yang umum ditemukan pada produk perawatan diri, serta foam yang berasal dari styrofoam.

Edukasi tersebut juga diperkuat dengan kebiasaan yang telah diterapkan di lingkungan sekolah. Farukh, siswa kelas 6, mengatakan seluruh siswa diwajibkan membawa botol minum isi ulang sehingga tidak bergantung pada air minum kemasan sekali pakai.

"Kami wajib membawa tumbler dari rumah. Botol plastik sekali pakai kalau sering terkena panas atau diremas bisa melepaskan partikel mikroplastik," ucapnya.

Kesadaran mengenai bahaya mikroplastik juga telah diperoleh sebagian siswa melalui berbagai media pembelajaran. Adam, siswa kelas 6, mengaku mengenal dampak mikroplastik setelah membaca komik edukasi.

"Saya tahu mikroplastik bisa membuat orang sakit dan mencemari lingkungan,"kata dia.

Komitmen SDIT El Haq tidak berhenti pada penggunaan tumbler. Kantin sekolah juga menerapkan sistem bebas kemasan plastik sekali pakai. Seluruh makanan disajikan menggunakan peralatan makan yang dapat dipakai berulang kali.

Baca Juga: Guru SDN di Tulungagung Rela Iuran Untuk Mendapat Siswa Baru

Alma dan Malika, siswi kelas 2A, mengatakan setiap pembeli wajib menggunakan piring yang telah disediakan kantin.

"Kalau jajan harus pakai piring yang disediakan. Kalau tidak, kami tidak bisa membeli makanan," ungkapnya.

Menjelang kegiatan Microplastic Journey, seluruh siswa mendapat tugas membuat poster bertema pengurangan plastik sekali pakai. Poster berisi ajakan mengurangi sampah plastik serta informasi mengenai bahaya mikroplastik.

Malik, siswa kelas 5, mengaku mengerjakan poster tersebut bersama ayahnya di rumah.

"Saya membuat poster bersama ayah. Jadi ayah juga ikut tahu bahaya mikroplastik dan pentingnya mengurangi sampah plastik," tuturnya.

Lebih dari 60 karya terpilih sebagai poster terbaik karena dinilai kreatif sekaligus mampu menyampaikan pesan lingkungan dengan baik.

Baca Juga: Disdik Kediri Intensifkan Upaya Pencegahan Anak Tidak Sekolah Melalui Home Visit

Kepala SDIT El Haq, Abdul Aris, mengatakan seluruh poster akan dipasang di berbagai sudut sekolah sebagai media edukasi bagi warga sekolah.

Poster karya siswa akan dipasang di lingkungan sekolah agar semua warga sekolah semakin memahami bahaya mikroplastik dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mulai dari styrofoam, botol plastik, sedotan hingga kemasan sachet.

"Kami ingin mendukung terwujudnya Sidoarjo bebas polusi plastik. Anak-anak diharapkan menjadi agen perubahan di rumah dan lingkungan sekitar. Karena itu mereka wajib membawa tumbler dan wadah makan guna ulang setiap hari. Sekolah juga telah menerapkan sistem paperless untuk surat-menyurat serta memanfaatkan media digital agar tidak menambah sampah banner," terang Abdul Aris.

Melalui program Microplastic Journey, ECOTON berharap pemahaman mengenai bahaya mikroplastik dapat ditanamkan sejak usia dini.

Dengan demikian, siswa diharapkan mampu membangun kebiasaan ramah lingkungan serta menjadi pelopor pengurangan plastik sekali pakai, baik di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Saat ini harga daging sapi di Lamongan tembus Rp130 ribu perkilogram.

Cuaca Jatim Hari Ini Kondusif, Hanya Sumenep Waspada Angin Kencang

jatimnow.com – Memasuki pertengahan Juli 2026, kondisi cuaca di mayoritas Provinsi Jawa Timur (Jatim) terpantau sangat kondusif dan bersahabat untuk aktivitas l

Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Berdasarkan informasi di lapangan, seorang warga setempat juga diduga ikut menjadi korban keracunan setelah menyantap menu MBG yang sama.

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2.633.000 per Gram

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis (16/7/2026), mengalami penurunan sebesar Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Simak daftar lengkap harganya di sini.

Capaian CKG Masih 20 Persen, Dinas Kesehatan Tulungagung Sasar Pelajar Usai MPLS

Tahun ini ditargetkan 46 persen penduduk di Tulungagung mengikuti program CKG ini.

Gunakan Alat Sederhana, Kemenag Tulungagung Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat

Kalibrasi dilakukan bertetapat dengan fenomena matahari berada tepat di atas Ka'bah.