Rabu, 22 Jul 2026 00:40 WIB

Mahasiswa Unair Ciptakan Malaiscope, Alat Deteksi Cepat Malaria

Nyamuk Aedes aegypti (ilustrasi). (Foto: Magnific)
Nyamuk Aedes aegypti (ilustrasi). (Foto: Magnific)

jatimnow.com – Keterbatasan akses fasilitas medis dan minimnya tenaga analis laboratorium di daerah terpencil kerap menjadi biang kerok keterlambatan diagnosis penyakit menular, khususnya malaria. Kondisi ini secara langsung menurunkan peluang kesembuhan pasien dan memicu tingginya angka fatalitas di daerah endemi.

Menjawab krisis kesehatan tersebut, sekelompok mahasiswa lintas fakultas dari Universitas Airlangga (Unair) sukses berinovasi menciptakan Malaiscope, sebuah sistem cerdas klasifikasi sel darah otomatis yang dirancang khusus untuk mendiagnosis penyakit malaria secara akurat dan efisien.

Baca Juga: Atasi Bau Badan, Mahasiswa Unair Ciptakan Deodoran Tawas Beraroma Kekinian

Tim pengembang inovasi ini merupakan kolaborasi multidisiplin yang terdiri atas mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) yakni Stefanus Adi Nugraha, Rani Dwi, Mutia Nastiti, dan Habib Aulia, serta Ardhia Hanindya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Anggota tim, Habib Aulia, memaparkan bahwa Malaiscope bekerja dengan cara mendeteksi keberadaan parasit malaria langsung pada sampel sel-sel darah merah pasien.

Dibandingkan dengan metode pengamatan mikroskopis konvensional yang sangat bergantung pada mata manusia, teknologi ini menawarkan keunggulan mutlak berupa hasil deteksi yang jauh lebih cepat, presisi, dan akurat.

"Keberadaan teknologi ini akan sangat mempermudah dan mempercepat kerja analis laboratorium dalam menentukan status infeksi pasien. Apalagi di wilayah kantong penyebaran malaria yang sangat minim SDM kesehatan," jelas Habib.

Baca Juga: Pakar Sebut Cuaca Ekstrem Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas

Menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peningkatan kapasitas diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu merupakan syarat mutlak untuk mencapai target eliminasi malaria nasional. Malaiscope hadir untuk mengisi celah infrastruktur tersebut.

Inovasi ini lahir dari kepekaan mahasiswa melihat ketimpangan akses layanan kesehatan di pelosok Indonesia. Stefanus Adi Nugraha menuturkan bahwa latar belakang tim yang beragam membuat inovasi ini tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga tepat sasaran secara sosial.

"Karena sumber daya manusia di tim kami berasal dari bidang kesehatan, teknis (vokasi), hingga sosiologi, kami mencoba memadukan ilmu tersebut untuk menjadi inisiator dan inovator atas masalah nyata yang terjadi di lapangan," tutur Stefanus.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka

Ke depan, tim mahasiswa UNAIR ini berkomitmen untuk terus menyempurnakan Malaiscope agar siap diimplementasikan secara massal.

"Harapan kami, inovasi alat deteksi malaria ini dapat terus dikembangkan agar lebih akurat, mudah digunakan, dan memberikan manfaat nyata dalam memangkas angka keterlambatan diagnosis kesehatan masyarakat di wilayah terpencil," pungkas Mutia.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.