Senin, 22 Jun 2026 17:38 WIB

Pakar Sebut Cuaca Ekstrem Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas

Nyamuk Aedes aegypti (ilustrasi). (Foto: Magnific)
Nyamuk Aedes aegypti (ilustrasi). (Foto: Magnific)

jatimnow.com – Pakar imunologi Universitas Airlangga (Unair) Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo, mengungkapkan bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem menjadi faktor utama di balik makin masifnya penularan penyakit demam berdarah.

Agung menjelaskan, cuaca ekstrem yang melanda kawasan ASEAN, khususnya Indonesia, berdampak sangat kuat terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

"Kenaikan suhu, curah hujan yang tinggi, serta perpanjangan musim hujan menyebabkan perluasan daerah jelajah nyamuk. Akibatnya, usia nyamuk bertambah dan mereka tidak gampang mati," kata Agung, Jumat (19/6/2026).

Selain populasi nyamuk yang makin masif, Agung memperingatkan adanya manifestasi klinis DBD yang kini semakin beragam dan berbahaya. Virus Dengue tidak lagi sekadar menyerang pembuluh darah yang memicu penurunan trombosit.

Ia membeberkan bahwa virus ini sekarang dapat memicu lonjakan enzim hati secara masif. Bahkan, penelitian di Surabaya menemukan adanya mutasi dampak virus terhadap sistem saraf manusia.

"Ada kasus khusus di mana virus Dengue langsung menginfeksi sistem saraf anak-anak dan menimbulkan gejala ensefalitis atau infeksi otak," tegasnya.

Baca Juga: Memasuki Musim Hujan, Dinkes Tulungagung Imbau Masyarakat Waspada Penyakit DBD

Menghadapi ancaman virus yang terus berevolusi, dunia medis merespons dengan teknologi inovatif, salah satunya penyebaran nyamuk ber-Wolbachia. Wolbachia adalah bakteri alami yang dapat memblokir transmisi virus Dengue di dalam tubuh nyamuk.

Agung merinci tiga cara kerja efektif bakteri Wolbachia dalam menekan DBD. Dimana bakteri ini bersimbiosis dengan serangga Aedes, membuat sistem imun nyamuk aktif sehingga tidak mudah terinfeksi virus Dengue.

Bakteri tersebut juga mampu melemahkan gigitan. Dimana probosis (mulut) nyamuk yang digunakan untuk menusuk kulit manusia menjadi lemah.

Baca Juga: Antisipasi Peningkatan DBD di Musim Hujan, Pemkot Kediri Gelar Rakor Lintas Sektor

Selain itu, bakteri Wolbachia juga mampu membuat nyamuk mandul. Nyamuk jantan yang terinfeksi Wolbachia akan memiliki sperma mandul. Jika kawin dengan betina tanpa Wolbachia, telurnya dipastikan tidak bisa menetas.

"Inovasi ini telah terbukti sangat efektif. Di Yogyakarta, pelepasan nyamuk ber-Wolbachia berhasil menurunkan angka kasus DBD hingga 77 persen dan menekan tingkat rawat inap secara drastis. Bakteri ini juga dipastikan aman bagi manusia," jelasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.