Senin, 20 Jul 2026 04:06 WIB

Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Yakuza Maneges Malang saat menyerahkan terduga pelaku pelecehan seksual santriawati ke Polres Malang (Foto: Yakuza Maneges Malang for jatimnow.com)
Yakuza Maneges Malang saat menyerahkan terduga pelaku pelecehan seksual santriawati ke Polres Malang (Foto: Yakuza Maneges Malang for jatimnow.com)

jatimnow.com – Dua orang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di kawasan Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati.

Kedua terduga pelaku yang diketahui memiliki ikatan keluarga sebagai bapak dan anak tersebut dijemput oleh kelompok masyarakat Yakuza Maneges Malang pada Selasa (14/7/2026) dini hari.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Terduga pelaku berinisial S merupakan pendiri sekaligus pengasuh Ponpes yang berlokasi di Desa Sumberbening. Sementara D adalah anak dari S yang kerap disapa dengan sebutan "Gus" di lingkungan pesantren tersebut.

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana, membenarkan adanya laporan dan penyerahan kedua terduga pelaku tersebut.

"Terduga pelaku sudah kita amankan. Saat ini proses penyidikan," ungkap Yuliastana Sri Iriana, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Yakuza Maneges Laporkan Icha Cellow dan Mala Agatha Terkait Cover Lagu Gapapa

Tim Hukum Yakuza Maneges Malang, Mochammad Zakki, membeberkan bahwa kasus ini terkuak setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu keluarga dekat korban. Keduanya langsung dibawa ke Unit PPA Polres Malang setelah dijemput dari Ponpes.

"Modus yang dilakukan terduga tersangka yakni memanggil santriwati untuk meminta pijat. Kemudian tubuh korban diraba - raba. Tindakan amoral ini sudah dilakukan terduga pelaku cukup lama," terangnya.

Berdasarkan data awal serta keterangan dari pihak keluarga dan korban, aksi dugaan pelecehan seksual di lingkungan Ponpes tersebut disinyalir sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Baca Juga: Pemandangan Alam dan Ragam Trek Jadi Daya Tarik Selorejo Run Challenge Malang

"Sudah dilakukan terduga pelaku sejak lama, bahkan sejak tahun 1996 modusnya minta pijat dan tubuh korban digerayangi. Korban yang kami data ada 5 santriwati," tambahnya.

Hingga saat ini, tim Yakuza Maneges Malang telah mendata setidaknya lima orang santriwati yang menjadi korban kebejatan bapak dan anak tersebut. Namun, Zakki meyakini jumlah korban yang sebenarnya jauh lebih banyak dari yang berani melapor saat ini.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.