Selasa, 21 Jul 2026 19:15 WIB

Atasi Bau Badan, Mahasiswa Unair Ciptakan Deodoran Tawas Beraroma Kekinian

Tim pengembang Deorans. (Foto: PIH Unair for jatimnow.com)
Tim pengembang Deorans. (Foto: PIH Unair for jatimnow.com)

jatimnow.com – Lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berinovasi menciptakan Deorans, sebuah produk deodoran berbahan dasar tawas lokal yang diformulasikan khusus dengan aroma modern dan aman bagi kulit sensitif.

Tim pengembang Deorans terdiri dari Raihan Syah Rafi’, Muhammad Fayyadh, Revanza Gammastyan, dan Daphni Najwa Halafendi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Salwa Dwi Putri Arditiya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Baca Juga: Mahasiswa Unair Ciptakan Malaiscope, Alat Deteksi Cepat Malaria

Ketua Tim, Raihan Syah Rafi’, menjelaskan bahwa Deorans lahir dari keluhan banyak orang terkait penggunaan deodoran konvensional yang kerap memicu iritasi. Menurutnya, kandungan alkohol pada sebagian produk di pasaran sering kali menyebabkan kulit ketiak kemerahan dan terasa perih, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

"Kami berusaha menghadirkan deodoran alternatif yang lebih aman bagi tubuh, namun tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai penghilang bau badan," ungkap Raihan di Surabaya.

Pemilihan tawas sebagai bahan baku utama bukanlah tanpa alasan. Tawas terbukti memiliki sifat antimikroba yang sangat efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus sp., yakni bakteri utama penyebab bau badan.

Selain itu, tawas memiliki sifat astringen yang mampu mengendalikan produksi keringat berlebih secara alami, tanpa harus memblokir atau menghambat kerja kelenjar keringat seperti bahan kimia sintetis.

Baca Juga: Kombes Ganis Raih Doktor Unair, Angkat Peran Strategis Polwan

Selama ini, tawas kerap dianggap sebagai bahan tradisional yang kuno. Untuk mendobrak stigma tersebut, tim Deorans memadukan tawas dengan pendekatan wewangian modern.

Anggota tim, Salwa, memaparkan bahwa Deorans hadir dengan varian aroma yang akrab dengan selera anak muda masa kini, seperti kopi, stroberi, dan bubblegum.

"Pendekatan ini bertujuan memberikan pengalaman penggunaan yang menyenangkan. Kami ingin menunjukkan bahwa deodoran berbahan tawas juga bisa tampil modern dan relevan dengan selera masyarakat saat ini," jelas Salwa.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Sulap Teh Hijau dan Maizena Jadi Plester Luka

Deorans tidak sekadar menjual fungsi, tetapi juga mengkampanyekan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Anggota tim lainnya, Daphni, menyebut bahwa target pasar utama Deorans adalah kelompok usia produktif dengan mobilitas tinggi, seperti mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pegiat olahraga.

Tim juga membidik konsumen yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dengan menawarkan alternatif pengganti bahan kimia sintetis yang kerap mendominasi produk deodoran komersial.

“Strategi pemasaran kami berfokus pada edukasi masyarakat. Kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa bahan lokal yang alami seperti tawas tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga memiliki potensi besar untuk bersaing sebagai produk inovatif yang ramah lingkungan,” pungkas Raihan.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.