Kamis, 16 Jul 2026 15:23 WIB

Dukung Program Swasembada Pangan, Petrokimia Gresik Terjunkan 50 Taruna Makmur

  • Penulis : Bramanta
  • | Kamis, 02 Jul 2026 15:30 WIB
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo (kanan), melakukan inspeksi peserta Program Wirakarya Taruna Makmur Batch IX. (Foto: Petrokimia Gresik for jatimnow.com)
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo (kanan), melakukan inspeksi peserta Program Wirakarya Taruna Makmur Batch IX. (Foto: Petrokimia Gresik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Petrokimia Gresik terus tancap gas mendukung target swasembada pangan nasional. Kali ini, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia tersebut kembali menerjunkan 50 mahasiswa pertanian terpilih dalam program "Wirakarya Taruna Makmur Batch IX".

Selama enam bulan ke depan, puluhan agronomis muda ini akan menjalani magang lapangan di berbagai wilayah kerja perusahaan yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan bahwa penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama dalam membangun pertanian yang berkelanjutan. Sejak diinisiasi pada tahun 2022, program ini tercatat telah sukses mencetak sebanyak 423 Taruna Makmur yang siap berkontribusi bagi sektor pangan nasional.

"Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Melalui Taruna Makmur, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi agronomi, kemampuan komunikasi, dan pengalaman lapangan sehingga mampu menjadi pendamping petani sekaligus agen perubahan di sektor pertanian," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Adityo menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi seperti pupuk dan benih, tetapi juga oleh kualitas SDM di lapangan. Melalui program Taruna Makmur, perusahaan berkomitmen menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi agronomi dan kemampuan komunikasi yang baik, melainkan juga dibekali pengalaman lapangan yang matang agar mampu menjadi pendamping petani sekaligus agen perubahan.

"Karena itulah kolaborasi menjadi kunci. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar kita mampu membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan," tandasnya.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Program magang ini dirancang khusus untuk menjembatani sekaligus memperkuat ekosistem pertanian yang modern. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar mampu membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Para peserta program angkatan kesembilan ini merupakan mahasiswa aktif yang disaring dari berbagai kampus vokasi kedinasan terkemuka, seperti Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Bogor, Medan, Gowa, dan Yoma, serta Politeknik LPP Yogyakarta. Mereka datang dari berbagai latar belakang program studi yang sangat relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari penyuluhan pertanian berkelanjutan, agribisnis, hortikultura, teknologi benih, hingga pengelolaan perkebunan.

Sebelum diterjunkan langsung ke wilayah penugasan, ke-50 peserta telah mendapatkan pembekalan intensif mengenai budidaya pertanian berkelanjutan, teknik komunikasi efektif, pengembangan personal branding, serta pemanfaatan teknologi pertanian terkini. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kesiapan para peserta dalam menjalankan tugas profesional mereka di lapangan.Selama masa penugasan, para Taruna Makmur akan menjadi ujung tombak dalam mendukung pelaksanaan Program Agrosolution Petrokimia Gresik.

"Mereka akan menjadi perpanjangan tangan perusahaan dalam mendampingi petani, mempercepat adopsi praktik budidaya yang baik, sekaligus mendukung implementasi Program Agrosolution yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," terangnya.

Baca Juga: Gertek 2026, Pemkab Kediri Bidik Regenerasi Petani dan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Respons positif datang dari salah satu peserta, Olivian Rizky, yang diberangkatkan dalam program ini. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Petrokimia Gresik karena telah menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan terjun langsung ke tengah masyarakat. Olivian berharap program ini dapat memberikan manfaat besar bagi rekan-rekan mahasiswa untuk mengembangkan ilmu sekaligus memberikan aksi nyata demi mendongkrak produktivitas pertanian Indonesia yang lebih baik.

"Semoga program ini bisa memberikan manfaat besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu dan memberikan aksi nyata bagi pertanian, sehingga bermanfaat bagi produktivitas pertanian," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Stok Ketersediaan Sapi di Lamongan Menurun, Harga Daging Mengalami Kenaikan

Saat ini harga daging sapi di Lamongan tembus Rp130 ribu perkilogram.

Cuaca Jatim Hari Ini Kondusif, Hanya Sumenep Waspada Angin Kencang

jatimnow.com – Memasuki pertengahan Juli 2026, kondisi cuaca di mayoritas Provinsi Jawa Timur (Jatim) terpantau sangat kondusif dan bersahabat untuk aktivitas l

Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Berdasarkan informasi di lapangan, seorang warga setempat juga diduga ikut menjadi korban keracunan setelah menyantap menu MBG yang sama.

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Jadi Rp2.633.000 per Gram

Harga emas batangan Antam hari ini, Kamis (16/7/2026), mengalami penurunan sebesar Rp2.000 menjadi Rp2.633.000 per gram. Simak daftar lengkap harganya di sini.

Capaian CKG Masih 20 Persen, Dinas Kesehatan Tulungagung Sasar Pelajar Usai MPLS

Tahun ini ditargetkan 46 persen penduduk di Tulungagung mengikuti program CKG ini.

Gunakan Alat Sederhana, Kemenag Tulungagung Lakukan Kalibrasi Arah Kiblat

Kalibrasi dilakukan bertetapat dengan fenomena matahari berada tepat di atas Ka'bah.