Minggu, 21 Jun 2026 04:43 WIB

Dampak Musim Kemarau di Blitar, Petani Sayur Terancam Gagal Panen

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 31 Okt 2018 16:23 WIB
Petani mencabuti tanaman yang kekeringan di lahan pertanian
Petani mencabuti tanaman yang kekeringan di lahan pertanian

jatimnow.com - Dampak kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Blitar kini juga dirasakan oleh petani di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Para petani sayur ini pun terpaksa mencabuti dan membakar tanaman mereka yang mulai rusak karena kurang air.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Selain karena lahan pertanian kekurangan air, serangan hama juga membuat permasalahan petani menjadi semakin rumit. Mereka pun terancam gagal panen.

"Tanamannya kering tidak ada air. Terus terserang uler (ulat) jadi mati," kata salah satu petani sayur, Ngateni, Rabu (31/10/2018).

Tanaman sayuran yang sudah dicabuti petani kemudian dibakar. Tak ingin terus merugi, para petani harus memutar otak untuk melanjutkan ekonomi, salah satunya dengan mencari penghasilan lain.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Sementara itu menurut prediksi BMKG, kemarau panjang akan berlangsung hingga awal November. Di sebagian Blitar, mendung sudah mulai terlihat namun belum ada tanda akan terjadi turun hujan.

"Prakiraan awal musim hujan untuk wilayah Blitar pada bulan November pada dasarian 1," kata Kepala Stasiun Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Musripan dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya.

Dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar, datangnya musim hujan diprediksi tidak bersamaan.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Untuk wilayah Gandusari, hujan diperkirakan akan turun lebih awal ketimbang daerah lainnya. Sementara Wonotirto, dan sebagian Blitar Selatan, hujan diprediksi mendekati akhir bulan.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.