Minggu, 28 Jun 2026 14:41 WIB

Aksi Progib Jember Dukung Program MBG, Desak Evaluasi Tata Kelola

  • Penulis : Bramanta
  • | Selasa, 23 Jun 2026 10:19 WIB
Aksi Progib Jember di depan Kantor DPRD (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Aksi Progib Jember di depan Kantor DPRD (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan massa yang tergabung dalam Pro Garda Indonesia Bersatu (Progib) Jember menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jember. Dalam aksi tersebut, mereka menyatakan dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program ini.

Ketua DPC Progib Jember, Subakri Firdaus, menegaskan aksi tersebut tidak hanya bertujuan mendukung program strategis nasional, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika pelaksanaan MBG di lapangan.

Baca Juga: PMI Jember dan Jepang Evaluasi Program Kesiapsiagaan serta Pengurangan Risiko Bencana

“Ini bukan sekadar soal keberlanjutan program MBG, tetapi juga bentuk keprihatinan kami terhadap situasi yang berkembang,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Ia menyebut, program MBG telah memberikan dampak luas bagi masyarakat, tidak hanya bagi penerima manfaat seperti siswa, balita, lansia, dan ibu hamil, tetapi juga sektor lain seperti tenaga kerja, pangan, kesehatan, hingga perekonomian daerah.

“Banyak sektor yang ikut merasakan manfaatnya. Dari 221 SPPG di Jember saja, jika satu dapur menyerap sekitar 50 tenaga kerja, bisa dibayangkan berapa banyak lapangan kerja yang tercipta,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program, termasuk dugaan penyimpangan oleh oknum tertentu. Karena itu, Progib Jember mendesak adanya evaluasi total agar program berjalan lebih optimal.

“Kami meminta agar tata kelola diperbaiki secara menyeluruh, sehingga program ini benar-benar tepat sasaran dan bersih dari penyimpangan,” tegasnya.

Baca Juga: Satpam Salah Injak Pedal, Mobil MBG Tabrak Tembok SPPG di Jember

Pria yang akrab disapa Cak Sukri ini juga menyebut, indikasi adanya penyimpangan sebenarnya telah terdeteksi sejak awal. Kritik terhadap pelaksanaan MBG pun telah disampaikan melalui jalur organisasi sebagai bagian dari upaya perbaikan.

“Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan, tetapi sebagai masukan agar program ini semakin baik,” imbuhnya.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan massa dengan meneruskannya ke pemerintah pusat.

Baca Juga: Pakar Peringatkan Bahaya Benturan di Polemik MBG

“Kami mendukung agar program prioritas presiden yang berpihak kepada masyarakat tetap dilanjutkan. Jika ada penyimpangan, tentu tata kelolanya harus diperbaiki,” tuturnya.

Ia menambahkan, DPRD Jember juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan teknis di lapangan dengan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk SPPG, Satgas MBG, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Nanti akan kita evaluasi bersama. Apa yang belum sesuai akan kita dorong untuk diperbaiki. Dengan kepemimpinan yang baru di BGN, kami optimistis akan ada perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

DASS 100 Tahun Gontor Pukau Ribuan Penonton, Santri dan Guru Tampil Spektakuler

Beragam pertunjukan seni disajikan secara megah, mulai dari teater, reog, tari-tarian nusantara, tari mancanegara seperti Jepang dan India, hingga konser musik.

Dinsos Kota Probolinggo: Penerima Bansos Terlibat Judi Online Bakal Dicoret

“Kalau ada penerima bansos yang main judol bisa dilaporkan ke kita," ujar Siti Romlah.

Surabaya Cerah Sepanjang Hari, Akhir Pekan Cocok untuk Aktivitas Luar Ruangan

Tidak terlihat indikasi hujan pada rentang waktu prakiraan yang ditampilkan BMKG Juanda.

Usai Kerjakan Skripsi, Mahasiwi UIN Tulungagung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Usai pulang dari kampus, korban bersama temannya datang ke kos untuk mengerjakan tugas skripsi.

Tol Prosiwangi Tahap 1 Rampung, Probolinggo-Besuki Kini Cuma Sejam

Konstruksi utama Jalan Tol Prosiwangi Tahap 1 (Gending-Besuki) telah rampung 100 persen. Jasa Marga memastikan waktu tempuh ke wilayah timur Jawa akan terpangkas signifikan.

Ribuan Anak di Tulungagung Tak Sekolah, Dinas Pendidikan Lakukan Hal Ini

Berdasarkan data jumlah anak tidak sekolah di Tulungagung mencapai 7.100 jiwa. Dengan rincian 5.544 anak kategori drop out (DO) dan 1.556 anak belum pernah bersekolah (BPB).