Sabtu, 13 Jun 2026 03:50 WIB

Pelajar ini Ciptakan Mi Instan Anti Cacingan Berbahan Kulit Manggis

Farid Rahman Hakim dan Guntur Prasetyo menunjukkan hasil karyanya
Farid Rahman Hakim dan Guntur Prasetyo menunjukkan hasil karyanya

jatimnow.com - Dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 44 di Surabaya ini berhasil menciptakan inovasi mi instan anti cacingan dan anti kanker.

Mereka memanfaatkan kulit buah manggis sebagai bahan dasar inovasi pangan pembuatan mi instan itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Farid Rahman Hakim dan Guntur Prasetyo, tercatat sebagai siswa kelas 8 asal SMP Negeri 44 Surabaya.

"Berdasarkan hasil pengujian di balai penelitian dan konsultasi industri laboratorium Surabaya, mi instan berbahan kulit manggis ini sangat berpotensi sebagai anti cacing. Karena mengandung praziquanfel 8,3 mg/100g, pyranfel 16,5 mg/100g, dan anti cacing positif," tutur Farid Rahman Hakim, Rabu (31/10/2018).

Selain itu, juga terdapat kandungan yang berguna bagi kesehatan tubuh. Seperti, kandungan Polyphenol sebanyak 4,82 %, Bio flavonoid 1,05 %, Vitamin C 3, 61 mg/100g, Vitamin D 82,4 mg/100g, Karotenoid : 8,6 mg/100g.

"Sedangkan bila dilihat dari fungsi utama praziquanfel, pyranfel sama dengan anti cacing positif yang dapat digunakan sebagai upaya untuk mengobati penderita cacingan," ujar Farid.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Dua siswa SMP ini membeberkan cara pembuatan mie instan tersebut. Langkah pertama, mengambil daging dari kulit manggis, dipotong kecil-kecil selanjutnya diekstrak dengan cara diblender.

"Ekstrak kulit manggis itu langsung ditambahkan pada adonan pembuat mie, dengan perbandingan 1 kg adonan ditambahkan 8 hingga 10 sendok makan ekstrak kulit manggis. Setelah dicampur diaduk hingga kalis atau merata, dan siap dicetak," terangnya.

Ia mengungkapkan dari hasil uji coba yang dilakukan pada mencit atau tikus putih, yang kondisi kotorannya lunak agak cair salah satu ciri mengidap penyakit cacing menunjukan hasil yang sangat produktif.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dari data tersebut dilakukan analisis secara kualitatif, setelah kurang lebih 1 jam tikus tersebut mengeluarkan kotoran lunak setengah padat. Artinya cacing yang ada pada perut mencit berangsur mati," pungkasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.