Rabu, 17 Jun 2026 13:48 WIB

Jadi Otak Perampokan & Penyekapan, Mantan Sopir ini Mengaku Sakit Hati

Polisi menunjukkan barang bukti rilis kasus perampokan dan penyekapan rumah di Surabaya.
Polisi menunjukkan barang bukti rilis kasus perampokan dan penyekapan rumah di Surabaya.

jatimnow.com - Perampokan dan penyekapan rumah di Surabaya ternyata dipicu oleh sakit hati. Pelaku mengaku sakit hati kepada pemilik rumah karena pada saat menjadi mantan sopirnya digaji tidak layak.

Pelaku perampokan dan penyekapan, Rachmad Tito Ariyanto (26) mengaku pada saat bekerja menjadi sopir, upah yang diterima tidak layak. Bahkan, pelaku juga merasa tidak nyaman saat bekerja di rumah korban.

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

"Satu tahun jadi driver, kita mencuri butuh uang, ndak ada lagi selain itu. Rumah saya deket situ, jadi tahu karena setiap tahun ada rekreasi. Rundingan ada rumah kosong masuk ada orangnya, terus saya bilang kalau ada orangnya jangan dilukai," kata Rachmad saat digelandang di Mapolda Jatim, Selasa (30/10/2018).

Selain itu, pelaku juga mengaku sudah melakuan pencurian sebanyak tiga kali. Termasuk di daerah Tenggilis yang dia curi mobil Kijang Innova dan Pikap.

"Pencurian udah tiga kali dapat Innova dan Pikap. Belum pernah ditangkap, baru pertama ini," ungkapnya.

Baca juga:

Mantan Sopir ini Otak Perampokan dan Penyekapan di Surabaya

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Leonard M Sinambela menjelaskan saat melakukan aksinya, tidak ada kerusakan di rumah tersebut, karena para pelaku masuk naik tembok di belakang rumah dengan ketinggian sekitar 1,5 meter.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Jadi memang tidak ada kerusakan pintu atau kunci gembok depan," terang Leonard.

Saat beraksi, lanjut dia, pelaku yang berjumlah dua orang ini menggunakan penutup wajah. Setelah berhasil memasuki rumah, dia mengambil pisau di dapur lalu mengancam korban.

"Korban bernama Bandi yang bekerja sebagai sopir diikat tangan dan kaki serta mulut menggunakan kain. Kemudian disekap di dalam ruangan. Ketika pembantu bernama Sukianti datang juga ditodong dan disekap dalam gudang," lanjut Leonard.

Pelaku awalnya mencari uang, namun tidak menemukan. Akhirnya dia mengambil secara paksa kunci kendaraan dan membawa pergi mobil Innova, recorder CCTV dan HP korban.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Leonard menambahkan, mobil tersebut dibawa ke Sidoarjo dan dijual ke penadah dan mobil tersebut sudah sampai ke Bali.

"Terakhir BB kita amankan sudah sampai Bali. Pelaku ini beruntun kita amankan pertama di Sidoarjo, tersangka Rachmad dan Holil di Sidoarjo, kemudian Anggik dan Jazuli di Probolinggo Tretes," pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.