Senin, 22 Jun 2026 21:09 WIB

Tanjung Perak Jazz 2026 Hadir Lebih Besar, Usung Kolaborasi Lintas Genre

Konferensi pers Tanjung Perak Jazz 2026 di Omah Kurasi Surabaya, Minggu (21/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Konferensi pers Tanjung Perak Jazz 2026 di Omah Kurasi Surabaya, Minggu (21/6/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tanjung Perak Jazz 2026 bakal digelar pada 28 Juni mendatang di Surabaya Expo Center dengan target 12.000 hingga 13.000 penonton.

Festival musik tahunan tersebut hadir dengan konsep baru melalui kolaborasi lintas genre yang mempertemukan musisi dari berbagai warna musik dalam balutan aransemen jazz.

Baca Juga: SID hingga The Jansen Bakal Ramaikan Festik 2026 UNP Kediri, Catat Tanggalnya

Sejumlah nama besar dijadwalkan tampil, di antaranya Celia Nuraga, THE SIGIT, Mocca, Fiersa Besari, Seringai, Irvel Maulana, Desy Agustina, dan BRANTA. Kehadiran mereka menjadi daya tarik utama penyelenggaraan tahun ketujuh Tanjung Perak Jazz.

Promotor Tanjung Perak Jazz 2026, Sinyo Devara, mengatakan konsep tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus memperluas jangkauan festival.

"Kami ingin Tanjung Perak Jazz memiliki tempat tersendiri di Surabaya dan terus berkembang menjadi agenda musik yang ditunggu setiap tahun," kata Sinyo dalam konferensi pers di Omah Kurasi Surabaya, Minggu (21/6/2026).

Salah satu sajian yang disiapkan panitia adalah penampilan musisi lintas genre yang akan membawakan lagu-lagu mereka dengan sentuhan jazz.

"Beberapa musisi sudah menyatakan kesiapan membawakan satu sampai dua lagu dengan nuansa jazz. Ini menjadi pengalaman baru bagi mereka sekaligus bagi penyelenggara," ujarnya.

Tingginya minat masyarakat mulai terlihat menjelang hari pelaksanaan. Panitia optimistis target maksimal 13 ribu penonton dapat tercapai setelah penjualan tiket dan promosi menunjukkan tren positif.

"Kami melihat respons masyarakat sangat baik. Minat penonton terus bertambah dan kami optimistis target tersebut bisa tercapai," tambah Sinyo.

Tak hanya menghadirkan hiburan, festival tersebut juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi Surabaya. Sejumlah hotel di sekitar lokasi acara dilaporkan telah mengalami peningkatan okupansi menjelang pelaksanaan festival.

Baca Juga: Sambut 56 Biksu di Mojokerto, Indah Kurnia Serukan Pesan Damai

Menurut Sinyo, banyak penonton berasal dari luar kota dan datang khusus untuk menyaksikan Tanjung Perak Jazz.

"Hotel-hotel di sekitar venue sudah penuh. Kegiatan seperti ini ikut menggerakkan ekonomi kota melalui sektor pariwisata, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya," katanya.

Sementara itu, CEO Tanjung Perak Jazz sekaligus anggota DPR RI, Indah Kurnia, mengungkapkan festival tersebut berawal dari komunitas kecil pecinta jazz di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.

Pada masa awal penyelenggaraan, acara hanya menjadi ruang berkumpul para musisi dengan kapasitas sekitar 800 orang.

"Nama Tanjung Perak Jazz lahir karena sejak awal kami ingin membuat acara yang dekat dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Saat itu sifatnya sangat intim dan tidak berorientasi komersial," ujar Indah.

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Kawanua Surabaya Jaga Persatuan Lewat Warisan Bung Karno

Perjalanan festival kemudian berkembang. Tanjung Perak Jazz pernah digelar di atas Kapal Dewaruci dan Museum Pusat TNI AL sebelum akhirnya memilih Surabaya Expo Center sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini.

Pemilihan venue baru dilakukan untuk mengakomodasi jumlah penonton yang lebih besar sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi kota.

"Kami ingin memperkenalkan komunitas jazz Surabaya kepada masyarakat yang lebih luas. Festival ini diharapkan memberikan efek domino terhadap ekonomi daerah, mulai dari tingkat hunian hotel, transportasi, hingga sektor kuliner dan usaha lainnya," tutur Indah.

Mengusung tagline "Jazz'no Suroboyo", Tanjung Perak Jazz 2026 tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga membawa ambisi menjadi salah satu festival musik unggulan nasional yang lahir dari Surabaya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.