Tanjung Perak Jazz 2026 Hadir Lebih Besar, Usung Kolaborasi Lintas Genre
- Penulis : Tim Jatimnow
- | Minggu, 21 Jun 2026 19:17 WIB
jatimnow.com - Tanjung Perak Jazz 2026 bakal digelar pada 28 Juni mendatang di Surabaya Expo Center dengan target 12.000 hingga 13.000 penonton.
Festival musik tahunan tersebut hadir dengan konsep baru melalui kolaborasi lintas genre yang mempertemukan musisi dari berbagai warna musik dalam balutan aransemen jazz.
Baca Juga: SID hingga The Jansen Bakal Ramaikan Festik 2026 UNP Kediri, Catat Tanggalnya
Sejumlah nama besar dijadwalkan tampil, di antaranya Celia Nuraga, THE SIGIT, Mocca, Fiersa Besari, Seringai, Irvel Maulana, Desy Agustina, dan BRANTA. Kehadiran mereka menjadi daya tarik utama penyelenggaraan tahun ketujuh Tanjung Perak Jazz.
Promotor Tanjung Perak Jazz 2026, Sinyo Devara, mengatakan konsep tahun ini dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus memperluas jangkauan festival.
"Kami ingin Tanjung Perak Jazz memiliki tempat tersendiri di Surabaya dan terus berkembang menjadi agenda musik yang ditunggu setiap tahun," kata Sinyo dalam konferensi pers di Omah Kurasi Surabaya, Minggu (21/6/2026).
Salah satu sajian yang disiapkan panitia adalah penampilan musisi lintas genre yang akan membawakan lagu-lagu mereka dengan sentuhan jazz.
"Beberapa musisi sudah menyatakan kesiapan membawakan satu sampai dua lagu dengan nuansa jazz. Ini menjadi pengalaman baru bagi mereka sekaligus bagi penyelenggara," ujarnya.
Tingginya minat masyarakat mulai terlihat menjelang hari pelaksanaan. Panitia optimistis target maksimal 13 ribu penonton dapat tercapai setelah penjualan tiket dan promosi menunjukkan tren positif.
"Kami melihat respons masyarakat sangat baik. Minat penonton terus bertambah dan kami optimistis target tersebut bisa tercapai," tambah Sinyo.
Tak hanya menghadirkan hiburan, festival tersebut juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi bagi Surabaya. Sejumlah hotel di sekitar lokasi acara dilaporkan telah mengalami peningkatan okupansi menjelang pelaksanaan festival.
Baca Juga: Sambut 56 Biksu di Mojokerto, Indah Kurnia Serukan Pesan Damai
Menurut Sinyo, banyak penonton berasal dari luar kota dan datang khusus untuk menyaksikan Tanjung Perak Jazz.
"Hotel-hotel di sekitar venue sudah penuh. Kegiatan seperti ini ikut menggerakkan ekonomi kota melalui sektor pariwisata, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya," katanya.
Sementara itu, CEO Tanjung Perak Jazz sekaligus anggota DPR RI, Indah Kurnia, mengungkapkan festival tersebut berawal dari komunitas kecil pecinta jazz di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Pada masa awal penyelenggaraan, acara hanya menjadi ruang berkumpul para musisi dengan kapasitas sekitar 800 orang.
"Nama Tanjung Perak Jazz lahir karena sejak awal kami ingin membuat acara yang dekat dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Saat itu sifatnya sangat intim dan tidak berorientasi komersial," ujar Indah.
Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Kawanua Surabaya Jaga Persatuan Lewat Warisan Bung Karno
Perjalanan festival kemudian berkembang. Tanjung Perak Jazz pernah digelar di atas Kapal Dewaruci dan Museum Pusat TNI AL sebelum akhirnya memilih Surabaya Expo Center sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini.
Pemilihan venue baru dilakukan untuk mengakomodasi jumlah penonton yang lebih besar sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi kota.
"Kami ingin memperkenalkan komunitas jazz Surabaya kepada masyarakat yang lebih luas. Festival ini diharapkan memberikan efek domino terhadap ekonomi daerah, mulai dari tingkat hunian hotel, transportasi, hingga sektor kuliner dan usaha lainnya," tutur Indah.
Mengusung tagline "Jazz'no Suroboyo", Tanjung Perak Jazz 2026 tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga membawa ambisi menjadi salah satu festival musik unggulan nasional yang lahir dari Surabaya.
Editor : Ali Masduki