Jumat, 24 Jul 2026 12:52 WIB

Indah Kurnia Ajak Kawanua Surabaya Jaga Persatuan Lewat Warisan Bung Karno

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, membawa misi khusus dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. (Foto: Tim Media for jatimnow.com)
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, membawa misi khusus dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. (Foto: Tim Media for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejarah kelam yang selama puluhan tahun menyudutkan Presiden pertama RI, Soekarno, kini menemui titik terang yang harus diketahui masyarakat luas.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Indah Kurnia, membawa misi khusus dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk memulihkan martabat Sang Proklamator di hadapan warga Surabaya dan Sidoarjo.

Baca Juga: Hari Kepercayaan: Menguji Keadilan bagi Disabilitas di Jember

Langkah ini menyusul pencabutan TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Negara dari Presiden Soekarno.

Keputusan hukum tersebut secara otomatis menggugurkan tuduhan bahwa Bung Karno melakukan pengkhianatan terhadap negara atau mendukung PKI.

"Kami memikul tanggung jawab sebagai anggota MPR RI untuk meluruskan sejarah ini kepada rakyat. Tuduhan pengkhianatan itu tidak terbukti," ujar Indah saat menemui warga di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Minggu (15/3).

Indah, yang baru saja terpilih untuk periode keempat di Senayan, bergerak maraton dalam sehari. Pagi harinya, ia merangkul Komunitas Keluarga Kawanua Surabaya sebelum bergeser ke basis massa di Balongbendo pada siang hari.

Baca Juga: Surabaya Pahlawan Jazz Gelar Konser Mingguan Gratis di Ciputra World

Di hadapan para kader dan simpatisan, ia mengingatkan bahwa pembersihan nama baik Bung Karno merupakan momentum untuk memperkuat persatuan, bukan justru memicu perpecahan baru.

Ia meminta masyarakat tidak mudah tersulut oleh informasi liar yang berseliweran di media sosial tanpa sumber jelas. Arus informasi yang masif menuntut warga untuk lebih jeli menyaring berita agar tidak merusak tatanan sosial yang sudah harmonis.

"Tetaplah rukun dan gotong royong. Aplikasi nyata dari nilai 4 pilar adalah toleransi dan saling berbagi. Kita harus mencintai bangsa ini dengan seluruh tumpah darah kita," kata Indah.

Baca Juga: Viral Video Oknum Anggota Polres Jember Diduga Nyabu, Ini Penjelasan Wakapolres

Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Surabaya, Novri, mengapresiasi edukasi politik dan sejarah ini. Menurutnya, pemahaman mengenai Pancasila dan nilai kebangsaan sangat mendesak bagi generasi muda yang setiap hari terpapar konten digital.

"Anak muda harus tahu sejarah yang benar. Kehadiran Ibu Indah membantu mereka mengenal kembali identitas bangsanya," ungkap Novri.

Menutup rangkaian kegiatannya, Indah berpesan agar warga di wilayah Surabaya dan Sidoarjo konsisten menjaga kenyamanan hidup bermasyarakat. Kekompakan warga menjadi benteng terkuat dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.