Kanker Kini Tak Hanya Menyerang Lansia, Gaya Hidup Anak Muda Jadi Sorotan
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 18 Jun 2026 20:45 WIB
jatimnow.com - Kanker selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak anak muda didiagnosis menderita berbagai jenis kanker, mulai dari kanker payudara, kanker serviks, kanker usus besar, kanker darah, hingga kanker kelenjar getah bening.
Meningkatnya kasus kanker pada usia produktif menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Berbagai faktor, seperti gaya hidup tidak sehat, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, paparan lingkungan, hingga faktor genetik, diketahui dapat meningkatkan risiko kanker.
Baca Juga: Ada Nasi Uduk Dibungkus Tortilla, Intip Menu Plant-Based Unik ARTOTEL Surabaya
Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, National Hospital bersama Victorious Spirit Elshaddai Agency menggelar kegiatan Health Talk bertajuk Kanker di Usia Muda di Kediri, Kamis (18/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam National Hospital, dr. Jusak Renatan, Sp.PD, AIFO-K, membagikan informasi mengenai berbagai aspek kanker pada usia muda, mulai dari faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya deteksi dini, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemaparan materi pun berkembang menjadi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta yang didominasi anak muda pun bertanya mengenai kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko kanker.
“Kalau bicara kanker yang sudah ditemukan itu biasanya makan makanan membara, yang gosong, hitam itu. Terus kalau penyetan, kol goreng itu sangat berbahaya, hati-hati sebaiknya dihindari. Terus ultra-processed food, makanan sesuatu yang tidak kelihatan jenisnya, bentuk aslinya. Sapi enggak ada sapi, ayam, ayamnya mana. Isinya sosis semua, nugget semua,” jawab dr. Jusak.
Baca Juga: Sentuhan Estetik JIVVA, Pakaian Olahraga Lokal yang Berdayakan Penjahit Daerah
Untuk diketahui, ultra-processed food (UPF) merupakan makanan dan minuman yang telah melalui proses industri secara intensif serta mengandung banyak bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, perasa buatan, gula, dan lemak jenuh.
Selain pola makan dan paparan lingkungan, kurangnya aktivitas fisik juga menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Menurut dr. Jusak, olahraga saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.
“Olahraga bukan pilihan. Berapa lama per hari? Enggak perlu lama, 10 menit aja, nanti kalau otot sudah kuat, 15 menit tidak lagi terasa. 15 menit suka, lama-lama 30 menit. Apalagi ditambah sambil dengerin musik,” tambahnya.
Baca Juga: Gandeng NU Jatim, Anlene Bagikan Susu Habbatussauda Sambut Ramadan 2026
Melalui Health Talk ini, National Hospital dan Victorious Spirit Elshaddai Agency berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kanker dapat menyerang siapa saja dan penting untuk mengenali gejalanya sejak dini.
Dengan pengetahuan yang tepat, penerapan gaya hidup sehat, serta deteksi dini secara rutin, risiko beberapa jenis kanker dapat ditekan dan peluang keberhasilan pengobatan dapat meningkat. Kesadaran inilah yang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat.
Sebagai rumah sakit yang berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif, National Hospital terus mengedepankan edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Melalui kolaborasi dengan Victorious Spirit Elshaddai Agency, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan muda dengan penyampaian informasi yang relevan, mudah dipahami, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Yanuar D