Senin, 22 Jun 2026 17:05 WIB

Kanker Kini Tak Hanya Menyerang Lansia, Gaya Hidup Anak Muda Jadi Sorotan

  • Penulis : Yanuar D
  • | Kamis, 18 Jun 2026 20:45 WIB
Dokter Spesialis Penyakit Dalam National Hospital, dr. Jusak Renatan, Sp.PD, AIFO-K dalam Health Talk Kanker di Usia Muda. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Dokter Spesialis Penyakit Dalam National Hospital, dr. Jusak Renatan, Sp.PD, AIFO-K dalam Health Talk Kanker di Usia Muda. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kanker selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak anak muda didiagnosis menderita berbagai jenis kanker, mulai dari kanker payudara, kanker serviks, kanker usus besar, kanker darah, hingga kanker kelenjar getah bening.

Meningkatnya kasus kanker pada usia produktif menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Berbagai faktor, seperti gaya hidup tidak sehat, pola makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, paparan lingkungan, hingga faktor genetik, diketahui dapat meningkatkan risiko kanker.

Baca Juga: Ada Nasi Uduk Dibungkus Tortilla, Intip Menu Plant-Based Unik ARTOTEL Surabaya

Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, National Hospital bersama Victorious Spirit Elshaddai Agency menggelar kegiatan Health Talk bertajuk Kanker di Usia Muda di Kediri, Kamis (18/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam National Hospital, dr. Jusak Renatan, Sp.PD, AIFO-K, membagikan informasi mengenai berbagai aspek kanker pada usia muda, mulai dari faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, pentingnya deteksi dini, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemaparan materi pun berkembang menjadi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta yang didominasi anak muda pun bertanya mengenai kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko kanker.

“Kalau bicara kanker yang sudah ditemukan itu biasanya makan makanan membara, yang gosong, hitam itu. Terus kalau penyetan, kol goreng itu sangat berbahaya, hati-hati sebaiknya dihindari. Terus ultra-processed food, makanan sesuatu yang tidak kelihatan jenisnya, bentuk aslinya. Sapi enggak ada sapi, ayam, ayamnya mana. Isinya sosis semua, nugget semua,” jawab dr. Jusak.

Baca Juga: Sentuhan Estetik JIVVA, Pakaian Olahraga Lokal yang Berdayakan Penjahit Daerah

Untuk diketahui, ultra-processed food (UPF) merupakan makanan dan minuman yang telah melalui proses industri secara intensif serta mengandung banyak bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, perasa buatan, gula, dan lemak jenuh.

Selain pola makan dan paparan lingkungan, kurangnya aktivitas fisik juga menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Menurut dr. Jusak, olahraga saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

“Olahraga bukan pilihan. Berapa lama per hari? Enggak perlu lama, 10 menit aja, nanti kalau otot sudah kuat, 15 menit tidak lagi terasa. 15 menit suka, lama-lama 30 menit. Apalagi ditambah sambil dengerin musik,” tambahnya.

Baca Juga: Gandeng NU Jatim, Anlene Bagikan Susu Habbatussauda Sambut Ramadan 2026

Melalui Health Talk ini, National Hospital dan Victorious Spirit Elshaddai Agency berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kanker dapat menyerang siapa saja dan penting untuk mengenali gejalanya sejak dini.

Dengan pengetahuan yang tepat, penerapan gaya hidup sehat, serta deteksi dini secara rutin, risiko beberapa jenis kanker dapat ditekan dan peluang keberhasilan pengobatan dapat meningkat. Kesadaran inilah yang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat.

Sebagai rumah sakit yang berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif, National Hospital terus mengedepankan edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. Melalui kolaborasi dengan Victorious Spirit Elshaddai Agency, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan muda dengan penyampaian informasi yang relevan, mudah dipahami, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.