Selasa, 23 Jun 2026 14:16 WIB

Rakyat Surabaya Menggugat, Pedagang-Ojol Suarakan Keresahan di Taman Apsari

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 15 Jun 2026 22:45 WIB
Aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Surabaya Menggugat yang digelar di Taman Apsari, tepat di depan Gedung Negara Grahadi. (Foto: Fatkur Rizky/jatimnow.com)
Aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Surabaya Menggugat yang digelar di Taman Apsari, tepat di depan Gedung Negara Grahadi. (Foto: Fatkur Rizky/jatimnow.com)

jatimnow.com - Beragam elemen masyarakat turun ke jalan dalam aksi demonstrasi bertajuk Rakyat Surabaya Menggugat yang digelar di Taman Apsari, tepat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (15/6/2026).

Aksi yang diinisiasi sejumlah kelompok masyarakat sipil itu diikuti berbagai kalangan, mulai dari pedagang asongan, pedagang keliling, pengemudi ojek online (ojol), hingga ibu rumah tangga. Mereka menyuarakan keresahan atas sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak pada kehidupan masyarakat kecil.

Baca Juga: 1.500 Mahasiswa Demo di Surabaya, Soroti Kondisi Negara dan Kebijakan Pemerintah

Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya, mengatakan aksi tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka sekaligus mengonsolidasikan gerakan rakyat.

"Ini bagian respons kami, respons rakyat Surabaya dalam gerakan rakyat Surabaya yang tentunya kita harapkan bisa ada aksi ke depannya yang lebih masif lagi. Hari ini mungkin aksi sebagai pembuka dan untuk aksi-aksi ke depan yang lebih masif lagi," ujar Ikhsan.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Mereka juga secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan peserta aksi dan masyarakat yang melintas.

Baca Juga: Aksi di Bundaran Tugu Malang Memanas, Massa Desak MBG dan Kopdes Dihentikan

Massa menyampaikan delapan tuntutan yang mereka nilai perlu menjadi perhatian pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi pencabutan UU Polri 2026, pencabutan UU TNI 2025, mengembalikan militer ke barak, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menghentikan program Koperasi Desa Merah Putih, menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta menghentikan eksploitasi sumber daya alam.

Salah satu peserta aksi, Nyono (56), pedagang asongan yang sehari-hari berjualan di Surabaya, mengaku kondisi ekonomi saat ini semakin berat bagi masyarakat kecil.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Nyari uang Rp100 ribu susah banget. Sehat-sehat ya Allah," ucapnya.

Menurut Nyono, meningkatnya kebutuhan hidup tidak selalu sebanding dengan pendapatan yang diperoleh masyarakat sektor informal. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi warga kecil yang menggantungkan hidup dari hasil berdagang dan pekerjaan harian.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.