Bupati Jember Ajak Finalis Gus dan Ning Wujudkan Kekuatan Ekonomi Baru
- Penulis : Yanuar D
- | Senin, 15 Jun 2026 21:25 WIB
jatimnow.com - Bupati Muhammad Fawait mengapresiasi lima besar yang masuk grand final di ajang pemilihan Gus dan Ning 2026. Dia mengajak para finalis mewujudkan visi besar Jember menjadi Singa Ekonomi dari ujung timur Pulau Jawa
Menurutnya, pemuda-pemudi yang berhasil masuk dalam jajaran lima besar merupakan aset daerah yang luar biasa dan sarat akan prestasi.
Baca Juga: Pemkab Jember Yakin KA Pandalungan 2 Dongkrak Ekonomi dan Konektivitas Daerah
Pencapaian tersebut, kata Gus Fawait, tidak boleh hanya dilihat dari sudut pandang akademis semata, melainkan juga dari aspek non-akademis. Termasuk penguasaan seni dan kelestarian budaya lokal.
Gus Fawait juga memaparkan sejumlah capaian penting yang telah diraih oleh Kabupaten Jember. Di sektor kesehatan, pemerintah daerah berkomitmen penuh dengan menjamin layanan kesehatan gratis, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.
Selain itu, sektor konektivitas juga menunjukkan perkembangan signifikan. Meskipun fasilitas Bandara Jember saat ini masih dinilai sederhana, bandara tersebut kini telah aktif melayani rute penerbangan langsung menuju Jakarta.
Baca Juga: Gus Fawait Kukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji
Di bidang perekonomian, Jember menorehkan prestasi yang membanggakan sepanjang 2025.
"Performa ekonomi Jember telah menjadi yang terbaik di wilayah Sekarkijang, ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Gus Fawait.
Kedepannya, Gus Fawait optimis, Jember akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi baru atau Singa Ekonomi dari ujung timur Pulau Jawa. Visi besar ini diharapkan dapat terwujud melalui kolaborasi dan kontribusi nyata dari Gus dan Ning yang terpilih pada tahun 2026.
Baca Juga: Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan Jember Diulang
Menutup arahannya, Gus Fawait menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa di Kabupaten Jember. Dia menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap aspirasi, kritik, maupun kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.
Mahasiswa diperbolehkan untuk melakukan kritik, demonstrasi, hingga audiensi (hearing). Namun, pemerintah melarang keras tindakan yang mengarah pada caci maki, penghinaan, atau pelecehan martabat, karena hal tersebut bertentangan dengan nilai budaya masyarakat Jember.
Editor : Yanuar D