Gus Fawait Kukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Ponpes dan Guru Ngaji
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 18 Jun 2026 15:05 WIB
jatimnow.com - Untuk mempererat kolaborasi horizontal antara pemerintah dengan tokoh keagamaan, Bupati Jember Muhammad Fawait mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren dan Guru Ngaji se-Kabupaten Jember, Rabu (17/6/2026) malam.
Gus Fawait menegaskan integrasi dua forum besar ini sengaja dirancang secara serentak demi melahirkan satu ritme pergerakan yang padu. Pihaknya sengaja menggabungkan momentum pengukuhan, agar seluruh elemen keagamaan dapat berjalan beriringan tanpa sekat birokrasi.
Baca Juga: Pemkab Jember Yakin KA Pandalungan 2 Dongkrak Ekonomi dan Konektivitas Daerah
“Malam ini, kami meresmikan dua forum sekaligus secara bersama-sama. Yang pertama adalah Forum Komunikasi Pondok Pesantren, dan yang kedua merupakan Forum Komunikasi Guru Ngaji,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait menaruh asa besar agar seluruh elemen pondok pesantren dan para pendidik Al-Qur'an di pelosok desa dapat mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah, untuk menggodok serta mengeksekusi visi restorasi daerah.
“Mengenai target dan harapan, yang pertama saya sangat mendambakan eksistensi pondok pesantren beserta seluruh guru ngaji dapat berdiri bersama kami, mengulurkan tangan membantu jajaran pemkab dalam mengarsiteki serta mewujudkan Jember Baru, Jember Maju,” ungkapnya.
Gus Fawait memproyeksikan forum ini sebagai jembatan komunikasi dua arah yang inklusif untuk memotong sumbatan komunikasi yang selama ini kerap terjadi, antara pemangku kebijakan dengan masyarakat bawah.
Dengan adanya wadah formal yang solid, sekat batin maupun administratif diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi para ulama dan guru ngaji untuk mengakses program-program kedinasan.
Baca Juga: Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan Jember Diulang
“Melalui wadah ini, ke depan saya pastikan tidak boleh ada lagi tembok pembatas atau sekat formalitas,” tambahnya.
Pemkab Jember berkomitmen memberikan hak, porsi, dan aksesibilitas program pembangunan yang setara bagi seluruh kaum santri agar mereka memiliki daya saing yang sejajar dengan masyarakat non-pesantren.
“Bahkan pada realisasi program kerja ke depan, kami berkomitmen kuat untuk terus mengikutsertakan pondok pesantren serta guru ngaji secara substansial," terangnya.
Tujuannya agar para santri mendapatkan hak dan perlakuan yang sama rata dengan kelompok non-santri dalam menikmati ataupun mengakses aneka program unggulan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Baca Juga: Bupati Jember Ajak Finalis Gus dan Ning Wujudkan Kekuatan Ekonomi Baru
“Kita sudah merancang berbagai program pelatihan kerja, termasuk juga penyiapan matang bagi mereka yang ingin menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional, sebagaimana tempo hari telah dipaparkan secara gamblang oleh Wakil Menteri,” jelasnya.
Gus Fawait menambahkan, melalui struktur pengurus forum yang tersebar di tingkat kecamatan hingga desa, pemkab dapat mengidentifikasi minat, bakat, serta kebutuhan riil para santri secara presisi.
“Jika ada santri yang berminat menjadi PMI legal dan terampil, kita akan fasilitasi pelatihannya. Begitu pula bagi para santri yang memiliki ketertarikan kuat untuk bergerak dan berwirausaha di sektor UMKM, pemkab telah menyediakan ekosistem pendukungnya,” papar Gus Fawait.
Editor : Yanuar DURL : https://jatimnow.id/baca-85353-gus-fawait-kukuhkan-pengurus-forum-komunikasi-ponpes-dan-guru-ngaji