Bantu Tunanetra, Mahasiswa Unair Gagas Kacamata Pintar Pendeteksi Luka Darurat
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Jumat, 12 Jun 2026 09:45 WIB
jatimnow.com – Kelompok mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil menciptakan inovasi teknologi berupa kacamata pintar dan aplikasi bernama NyxAId. Alat bantu mutakhir ini dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas netra dalam mendapatkan pertolongan pertama saat mengalami kondisi darurat medis atau cedera.
Karya cemerlang ini digagas oleh lima mahasiswa lintas fakultas, yakni Gressendy Zahwarani (FV), Hannah Icasia Illine (FV), Zalfa Zahira Febriyani (FKM), Shafrie Alvito Wimala Rasendrya (FV), dan Muhammad Bariq Azka (FV). Berkat inovasinya, tim ini sukses lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Nasional 2026.
Baca Juga: Unusa Gandeng KCGI Jepang Garap Sistem Kuliah Berbasis AI
Ketua tim pengembang, Gressendy Zahwarani, menjelaskan bahwa NyxAId (Sistem Assistive First Aid) menggeser fungsi kacamata pintar yang selama ini hanya sebatas alat navigasi jalan, menjadi perangkat detektor medis visual.
"Kami memosisikan teknologi kacamata pintar agar mampu memindai luka secara visual. NyxAId hadir untuk membantu penyandang tunanetra mendapatkan penanganan medis darurat secara instan, inklusif, dan mandiri," ujar Gressendy.
Gressendy mengungkapkan, ide penciptaan NyxAId bermula dari keresahan tim saat melihat penyandang tunanetra berjalan sendirian di ruang publik. Seringkali, saat mereka terjatuh atau terluka tanpa pendamping, mereka kesulitan mendeteksi letak luka dan seberapa parah cedera yang dialami.
Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?
"Alat bantu yang ada saat ini baru sebatas tongkat pintar atau kacamata petunjuk arah. Belum ada yang fokus pada deteksi cedera fisik. Oleh karena itu, kami menghadirkan ekosistem digital ini untuk mendeteksi letak luka sekaligus memandu tindakan medis yang harus dilakukan," jelasnya.
Untuk mendukung kemandirian medis, aplikasi dan kacamata pintar NyxAId dibekali dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) berbasis Large Language Model-Retrieval Augmented Generation (LLM-RAG). Teknologi ini memungkinkan interaksi dua arah berbasis audio yang terverifikasi secara medis.
Beberapa fitur utama dalam ekosistem NyxAId meliputi pemindai luka visual, dimana kacamata pintar akan memindai area cedera pada tubuh pengguna.
Baca Juga: UMKM Surabaya Mulai Pakai AI, Sulap Konten HP Jadi Magnet Cuan
Kemudian, sistem AI akan menganalisis luka dan langsung memberikan panduan pertolongan pertama lewat percakapan suara yang mudah dipahami. Selanjutnya, jika sistem mendeteksi kondisi cedera masuk dalam kategori kritis, aplikasi akan otomatis menelepon keluarga atau fasilitas kesehatan terdekat.
"Kami berharap NyxAId dapat terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak proteksi yang lebih luas bagi kemanusiaan," pungkasnya.
Editor : Dadang Kurnia