Senin, 08 Jun 2026 04:41 WIB

Mahasiswa UNUSIDA Diajak Siap Hadapi Guncangan Ekonomi Dunia

Ekonom dan peneliti CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, foto bersama disela Seminar Nasional di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. (Foto: HIMAMASDA for jatimnow.com)
Ekonom dan peneliti CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, foto bersama disela Seminar Nasional di Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. (Foto: HIMAMASDA for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketidakpastian ekonomi global akibat meningkatnya tensi geopolitik menjadi tantangan yang harus dipahami generasi muda sejak dini.

Isu tersebut menjadi fokus Seminar Nasional 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (HIMAMASDA), Kamis (4/6/2026), di Aula Lantai 4 Kampus 2 UNUSIDA.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Kegiatan bertajuk “Menavigasi Ketidakpastian Global di Era Ketegangan Geopolitik” itu diikuti mahasiswa dan peserta dari berbagai kalangan. Mereka diajak memahami kondisi ekonomi dunia yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat dan dunia usaha di Indonesia.

Dekan Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Hj. Muhafidhah Novie, mengatakan perubahan ekonomi global saat ini membawa konsekuensi yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, mahasiswa perlu memperkuat literasi ekonomi dan kemampuan membaca perkembangan yang terjadi di tingkat internasional.

"Seminar ini menjadi sarana untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah," ujarnya.

Ketua Program Studi Manajemen UNUSIDA, M. Mustaqim, menilai kehadiran para narasumber memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh sudut pandang yang lebih luas mengenai kondisi ekonomi global dan strategi menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

Pada sesi pertama, ekonom dan peneliti CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia di tengah memanasnya situasi geopolitik dunia.

Ia menjelaskan dampak pelemahan nilai tukar rupiah, risiko inflasi impor, keterbatasan ruang fiskal pemerintah, hingga pengaruh konflik global terhadap dunia usaha dan pasar tenaga kerja.

Menurut Dipo, gejolak internasional tidak hanya berdampak pada sektor makroekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, arus investasi, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp18.038, Rupiah Kian Tertekan

Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi, literasi keuangan, dan kemampuan beradaptasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menghadapi perubahan ekonomi yang berlangsung semakin cepat.

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi UNUSIDA, Edita Rachma Kamila, membahas strategi membangun identitas digital dan personal branding di era persaingan kerja yang semakin ketat.

Menurutnya, personal branding tidak sekadar membangun citra, melainkan menunjukkan kapasitas, rekam jejak, dan kredibilitas seseorang melalui pemanfaatan platform digital secara tepat.

"Mahasiswa perlu mampu menampilkan kompetensi dan nilai tambah yang dimiliki agar lebih siap bersaing di dunia kerja modern," katanya.

Baca Juga: Rupiah Tertekan Dolar AS, Pakar Beberkan Tips Aman Kelola Uang

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan berbagai panduan praktis untuk meningkatkan visibilitas profesional di ruang digital, membangun reputasi positif, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai dampak ekonomi global maupun strategi pengembangan diri di era digital.

Melalui seminar tersebut, HIMAMASDA berharap mahasiswa tidak hanya memahami perkembangan ekonomi dunia, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan dan peluang pada masa mendatang.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap berbagai isu strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.