Sabtu, 06 Jun 2026 10:21 WIB

Sosialisasikan PBB-P2, Bupati Tulungagung Minta Pajak Tak Disalahgunakan

  • Penulis :
  • | Sabtu, 07 Feb 2026 10:59 WIB
Foto: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat mensosialisasikan PBB-P2. (Kominfo/jatimnow.com)
Foto: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat mensosialisasikan PBB-P2. (Kominfo/jatimnow.com)

jatimnow.com-Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P-2) tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Dalam Sosialisasi Penyampaian SPPT dan Pemungutan PBB P-2 Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Gatut menekankan penggunaan pajak harus kembali untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Gatut, keberhasilan realisasi pajak ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari Bapenda, perbankan, perangkat daerah terkait, camat, hingga kepala desa yang menjadi ujung tombak pemungutan pajak di lapangan.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

PBB P-2 memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah yang menopang pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Karena itu, koordinasi dan kedisiplinan dari tingkat kabupaten hingga desa menjadi kunci utama keberhasilan.

“Berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, realisasi PBB P-2 tahun 2025 melampaui target dan mencapai lebih dari 100 persen. Ini prestasi luar biasa. Tapi saya tegaskan, capaian ini bukan untuk membuat kita terlena. Justru harus menjadi standar yang kembali kita lampaui di tahun 2026,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Gatut juga menyampaikan sejumlah instruksi. Diantaranya distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) harus dilakukan cepat dan tepat. Kepala desa diminta tidak menahan SPPT di kantor desa dan segera mendistribusikannya kepada wajib pajak. Bupati meminta peran aktif Kasi Pemerintahan di tingkat kecamatan untuk melakukan monitoring ketat terhadap progres pemungutan PBB P-2 di desa-desa.

Laporan realisasi diminta disampaikan secara akurat dan tepat waktu, disertai solusi cepat jika ditemukan kendala di lapangan. Gatut meminta seluruh jajaran agar menjaga integritas dan kepercayaan publik. Pajak, kata dia, merupakan amanah rakyat yang tidak boleh disalahgunakan.

"Saya peringatkan dengan keras, jangan ada penyalahgunaan uang pajak atau penundaan penyetoran ke kas daerah. Sekali kepercayaan rakyat hilang, roda pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Sementara itu Kepala Bapenda Tulungagung, Sukowunarno menerangkan selama tiga tahun berturut-turut realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tulungagung mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2026 melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tulungagung telah ditetapkan target PAD sebanyak Rp 819 miliar. Bapenda Tulungagung optimis bisa melebihi target.

"Kami optimis bisa melampaui target PAD. Dan nanti kami berencana merubah target PAD 2026 pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK)," jelasnya.

Sukowinarno mengungkapkan, ada tiga sektor pajak yang berpengaruh besar dalam realisasi PAD Tulungagung. Yakni Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Sektor yang mendongkrak PAD itu Opsen PKB dengan nilai Rp 136 miliar. PBB-P2 sekitar Rp 135 miliar dan BPHTP sekitar Rp 42 miliar," ungkapnya.

Pemkab Tulungagung memastikan tidak ada kenaikan pajak pada tahun 2026. Mengingat kondisi ekonomi masyarakat masih belum stabil.

"Tarif pajak tidak ada perubahan. Tapi jumlah wajib pajak bertambah di Tulungagung," pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.