Rabu, 17 Jun 2026 21:27 WIB

Dear Warga Kota Kediri, Beli Hewan Kurban di Tempat yang Ada Tulisan Ini

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 20 Mei 2026 21:15 WIB
Petugas memberikan label sebagai tanda telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Petugas memberikan label sebagai tanda telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan pemeriksaan hewan kurban di sejumlah lapak pedagang. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilakukan sejak 18 hingga 26 Mei 2026 nanti dilakukan untuk memastikan hewan layak dan aman untuk dijual.

Kepala DKPP Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menjelaskan sasaran pemeriksaan meliputi lapak dadakan di pinggir jalan, Pasar Hewan Muning, hingga pedagang rumahan yang menjual hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan oleh dua tim dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP yang terdiri dari 11 personel, terbagi ke dalam dua tim yakni tim I bertugas di Kecamatan Mojoroto, sedangkan tim II di Kecamatan Kota dan Pesantren.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

“Pemeriksaan dilakukan dengan pengamatan dari luar seperti kondisi mata, bulu, hingga memastikan tidak ada cacat tubuh. Tujuannya memastikan ternak yang diperjualbelikan sehat dan bebas penyakit, terutama zoonosis,” jelasnya, Rabu (20/5/2026)

Ia menambahkan, hewan qurban yang diperjualbelikan harus dipastikan menghasilkan daging ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal. Pada hari ketiga pemeriksaan, Rabu (20/5) DKPP menemukan satu ekor ternak mengalami penyakit mata dan satu ekor terindikasi scabies di wilayah timur Kecamatan Pesantren.

“Penyakit mata dan scabies ini menular sehingga harus segera diisolasi dan tidak dicampur dengan ternak sehat karena penularannya cukup cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri, drh Indra Sukma Putra, mengatakan secara umum kondisi hewan kurnan yang diperiksa masih dalam batas aman. Beberapa temuan seperti gatal yang diduga scabies, iritasi mata, dan ternak yang tampak lesu dinilai masih dapat ditangani.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

“Secara keseluruhan aman dari penyakit zoonosis yang sangat dikhawatirkan seperti antraks. Untuk PMK dan LSD juga aman karena vaksinasi rutin terus dilakukan,” terangnya.

DKPP juga mengimbau para pedagang menjaga kebersihan kandang dan pola makan ternak. Pemberian pakan hijauan muda dihindari karena berpotensi menyebabkan diare pada ternak. Selain itu, kandang harus rutin dibersihkan dan kebutuhan minum hewan tetap tercukupi.

Menurut drh Indra, pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui dua tahap, yakni ante mortem sebelum penyembelihan dan post mortem setelah penyembelihan dengan pemeriksaan organ-organ hewan. Lapak yang telah diperiksa juga akan diberi label sebagai tanda telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan. Ini diharapkan bisa menjadi acuan untuk para calon pembeli.

Baca Juga: DLHKP Kota Kediri Cek Armada Operasional, Pastikan Layanan Tetap Optimal

“Harapannya para penjual hewan kurnan dapat lebih mengantisipasi adanya penyakit. Apalagi lalu lintas ternak juga sudah diperketat dengan surat keterangan sehat hewan,” tambahnya.

Di momen itu, Juni, salah satu pedagang ternak di Banjarmlati, mengaku hewan ternak yang dijual didatangkan dari Trenggalek. Selama perawatan, ternak yang dijualnya rutin diberi pakan ramban, air minum yang cukup, serta kebersihan kandang terus dijaga. Jika terdapat ternak sakit, dirinya segera memanggil dokter hewan terdekat. Menurut penuturannya, tahun ini terjadi peningkatan permintaan hewan meski harga jual justru sedikit menurun dibandingkan tahun lalu.

“Harga hewan mulai Rp 2,7 juta sampai Rp 4 juta. Semoga hewan-hewan di sini sehat-sehat semuanya supaya bisa dibuat qurban dan dagingnya bisa aman dikonsumsi,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.