Kamis, 11 Jun 2026 08:39 WIB

Diserang Berbagai Isu Hoax, Ini Penjelasan Capres Jokowi

Capres Jokowi saat sambutan di acara Apel Siaga Pemenangan Partai Nasdem di JX International Exhibition, Minggu (28/10/2018).
Capres Jokowi saat sambutan di acara Apel Siaga Pemenangan Partai Nasdem di JX International Exhibition, Minggu (28/10/2018).

jatimnow.com - Pada masa kampanye Pemilu Presiden saat ini, banyak isu hoax yang menyerang Calon Presiden (Capres) Joko Widodo.

Dari mulai banyaknya antek asing atau antek "aseng" (warga asing) yang masuk ke Indonesia dimasa kepemimpinannya, kriminalisasi ulama, hingga diisukan sebagai anggota dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca Juga: Menakar Nyali, Menepis Hoaks: Seni Bertahan Hidup di Negeri Cincin Api

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menjelaskan akibat perang isu ini banyak sekali masyarakat yang masih bingung. Untuk itu, ia pun menjelaskan satu persatu soal isu yang menerpa dirinya tersebut.

Pertama, soal isu dirinya anggota PKI. Menurutnya PKI dibubarkan pada tahun antara 1965-1966 dan ia baru lahir pada tahun 1961.

"Saya lahir 1961, PKI dibubarkan pada tahun 65-66. Saya masih umur 4 tahun, masa ada PKI masih balita? Cara-cara seperti ini adalah politik sontoloyo," jelasnya saat menghadiri Apel Siaga Pemenangan Partai Nasdem di JX International Exhibition, Minggu (28/10/2018).

Baca Juga: Rakerwil NasDem Jatim Targetkan 3 Besar di Pemilu 2029

Kedua, lanjutnya, soal kriminalisasi ulama, ia justru mempertanyakan siapa ulama yang dikriminalisasi. Sebab, dirinya setiap hari justru dengan ulama dan setiap hari masuk ke pondok pesantren.

"Ulamanya mana yang dikriminalisasi?Siapa?Tiada hari saya dengan ulama. Tiap hari saya masuk Ponpes. Sekarang Cawapres kita top, utamanya Indonesia, Ketua MUI, lah kok kriminalisasi ulama," sesalnya.

Baca Juga: Jaga Akal Sehatmu! Pertamina Patra Niaga Ungkap Taktik Kotor Penyebar Hoax BBM

Untuk itu Jokowi berpesan kepada masyarakat agar bijak menanggapi isu-isu negatif yang beredar. "Saat ini perang isu, tapi kalau kita bisa menjelaskan dengan baik, bisa diterima masyarakat," harapnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.