Kamis, 18 Jun 2026 20:01 WIB

Gus Lilur Tagih Janji KEK Tembakau Madura demi Berantas Rokok Ilegal

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 12 Mei 2026 07:00 WIB
Gus Lilur dorong Menkeu Purbaya percepat KEK Tembakau Madura dan skema cukai baru untuk transformasi rokok ilegal menjadi industri legal yang sehat. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Gus Lilur dorong Menkeu Purbaya percepat KEK Tembakau Madura dan skema cukai baru untuk transformasi rokok ilegal menjadi industri legal yang sehat. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Langkah pemerintah merombak struktur cukai tembakau mendapat respons positif dari pelaku usaha di daerah. Pemilik Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, menilai rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerbitkan layer cukai baru merupakan titik balik bagi industri rokok rakyat.

Kebijakan ini dipandang sebagai solusi konkret untuk menyerap para pelaku usaha kecil yang selama ini terbentur aturan modal dan tarif cukai yang mencekik. Gus Lilur melihat ada kemauan politik dari pemerintah untuk memisahkan perlakuan antara raksasa industri dengan UMKM rokok.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Kami berterima kasih kepada Pak Menkeu atas rencana layer baru cukai rokok rakyat. Ini langkah yang sudah lama dinantikan para pelaku usaha kecil agar bisa naik kelas," ujar Gus Lilur dalam pernyataan tertulisnya.

Selama ini, struktur cukai yang kaku dianggap sebagai tembok penghalang bagi pengusaha kecil untuk masuk ke dalam ekosistem legal. Akibatnya, peredaran rokok ilegal sulit ditekan karena jalur resminya sendiri sulit dijangkau oleh modal UMKM.

Gus Lilur berpendapat bahwa pendekatan represif melalui penindakan saja tidak akan menyelesaikan akar masalah rokok ilegal. Menurutnya, negara harus berperan sebagai fasilitator yang menyediakan pintu masuk bagi mereka yang ingin berbenah.

“Pengusaha rokok ilegal sebenarnya punya pasar dan kapasitas produksi. Mereka hanya butuh jalan keluar yang realistis. Negara harus membuka ruang transformasi, bukan cuma memberikan sanksi,” tuturnya.

Baca Juga: Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Namun, skema cukai hanyalah bagian dari gambaran besar. Gus Lilur menegaskan bahwa muara dari penataan ini adalah berdirinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat integrasi dari hulu ke hilir, mulai dari perlindungan petani hingga standardisasi pabrik.

Jika KEK ini terealisasi, Madura tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan baku mentah bagi pabrikan besar, melainkan pusat pengolahan yang memiliki nilai tambah tinggi.

"Ujung dari semua kebijakan ini harus bermuara pada KEK Tembakau Madura. Di sana, petani dan industri kecil akan berada dalam satu sistem pengawasan dan perdagangan yang jelas," kata Gus Lilur.

Baca Juga: Belasan Reklame Rokok Ilegal Dicopot Satpol PP Tulungagung

Ia berharap momentum ini tidak berhenti pada wacana di atas kertas. Realisasi KEK Tembakau Madura diyakini akan meningkatkan penerimaan negara secara otomatis karena lebih banyak pelaku usaha yang terdaftar dalam sistem pajak dan cukai nasional.

“Negara perlu hadir untuk membangun jalan keluar bagi rakyat. Madura berpotensi menjadi pusat industri tembakau nasional jika KEK ini segera diwujudkan,” pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.