Minggu, 14 Jun 2026 23:44 WIB

Mbak Vinanda Dorong Guru Hadirkan Suasana Belajar Nyaman dan Interaktif

  • Penulis : Yanuar D
  • | Senin, 11 Mei 2026 20:00 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menghadiri Workshop Peringatan Hari Pendidikan Nasional bertema “Peningkatan Kompetensi Guru TK dalam Menciptakan Pembelajaran Joyful Learning”. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menghadiri Workshop Peringatan Hari Pendidikan Nasional bertema “Peningkatan Kompetensi Guru TK dalam Menciptakan Pembelajaran Joyful Learning”. (Foto: Pemkot Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Workshop Peringatan Hari Pendidikan Nasional bertema “Peningkatan Kompetensi Guru TK dalam Menciptakan Pembelajaran Joyful Learning” di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Kediri, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Tio Subaktiono.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Kediri, IGTKI-PGRI, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan workshop tersebut. Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat penting dalam mencerdaskan generasi muda, sehingga peningkatan kompetensi guru menjadi hal yang sangat diperlukan, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak usia dini.

Baca Juga: 1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

“Pembelajaran yang menyenangkan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik. Guru diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang kreatif, inovatif, dan efektif. Jangan sampai pembelajaran hanya berjalan satu arah karena hal itu membuat anak cepat bosan,” ujarnya.

Wali Kota termuda ini juga menekankan pentingnya menghadirkan suasana belajar yang nyaman dan interaktif agar peserta didik lebih aktif bertanya, berkolaborasi, serta berani mengekspresikan diri. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin dinamis karena anak-anak tumbuh di era digital dengan pola belajar dan pola komunikasi yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

“Anak-anak sekarang lebih mudah terdistraksi oleh gadget dan cepat merasa bosan. Karena itu guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Guru bukan hanya mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga membangun rasa percaya diri, membentuk karakter, serta menciptakan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya.

Baca Juga: Jelang Suroan, Mbak Vinanda Minta Satpol PP Berantas Peredaran Miras di Kota Kediri

Ia menambahkan, hal-hal sederhana seperti tepuk semangat, lagu, permainan, maupun gerakan kecil ternyata memiliki dampak besar terhadap tumbuh kembang anak. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, anak-anak akan lebih fokus, antusias, dan semangat datang ke sekolah setiap hari.

Selain itu, Mbak Wali juga mengingatkan pentingnya membangun sekolah ramah anak dengan lingkungan belajar yang nyaman, tanpa tekanan, namun tetap mampu memberikan stimulasi dan pembentukan karakter bagi peserta didik. Menurutnya, kualitas sebuah kota di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana anak-anak dididik sejak usia dini.

“Investasi terbaik bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang dimulai dari PAUD dan TK. Saya berharap Bapak Ibu Guru terus menjadi pribadi yang hangat, sabar, kreatif, dan adaptif menghadapi perkembangan zaman,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Dorong Data Akurat untuk Pembangunan dalam Sensus Ekonomi 2026

Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada para guru inspiratif, yakni Dyah Mujiati dari TK Negeri Pembina Kecamatan Kota, Rukiani dari TK Negeri Pembina Kecamatan Pesantren, Kharir Suzana Nurhayati dari TK Negeri Pembina Kecamatan Mojoroto, dan Suprihatin dari TK Dharma Wanita Dandangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono, Ketua IGTKI-PGRI Kota Kediri Dyah Mujiati, serta para guru TK se-Kota Kediri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.