Senin, 08 Jun 2026 00:55 WIB

TPA Pakusari Terancam Ditutup, PKB Jember Protes Keras

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 09 Mei 2026 11:33 WIB
Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)
Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi (Foto: Sugianto/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Rencana penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari memicu polemik dan keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Jember. Merespons situasi tersebut, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember melayangkan protes keras dan menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat terkesan lepas tangan.

Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, mengungkapkan bahwa kabar penutupan TPA Pakusari telah memicu kebingungan massal. Keresahan ini bahkan mendorong sejumlah pengurus pondok pesantren (ponpes) untuk turun tangan mengadu langsung ke kantor DPC PKB.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

"Informasinya TPA ditutup total mulai Juni 2026. Ini bikin resah masyarakat, termasuk pesantren," ujar Ayub Junaidi di Jember, Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan hasil telaah Fraksi PKB DPRD Jember terhadap surat teguran dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Ayub menegaskan bahwa sanksi dari pusat sejatinya bukan berupa penutupan mutlak TPA Pakusari. Surat tersebut menitikberatkan pada teguran atas sistem penanganan sampah di Jember yang dinilai menyalahi prosedur.

"Ini salah pemerintah daerah. Harusnya pemerintah daeeah bertanggung jawab. Yang tidak diperbolehkan sebenarnya adalah sistem TPA open. Harusnya pemerintah daerah membuat sistem pengelolaan sampah yang sesuai SOP dari KLH," tegas Ayub.

Menurutnya, persoalan pengelolaan sampah di Jember ini merupakan masalah klasik yang lambat ditangani oleh Pemkab, sehingga akhirnya berujung pada turunnya sanksi teguran dari pusat.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Lebih lanjut, Ayub juga melontarkan kritik tajam terhadap Surat Edaran (SE) Bupati Jember yang menginstruksikan masyarakat untuk mulai mengelola sampahnya secara mandiri. Kebijakan ini dinilai prematur lantaran tidak dibarengi dengan kesiapan perangkat pendukung dan sosialisasi yang matang.

"Jika anggaran pemerintah tidak mencukupi, jangan lantas kesalahan pemerintah daerah ini bebannya justru dilemparkan kepada masyarakat. Ini butuh proses," kritiknya.

Sebagai perbandingan, Ayub mencontohkan proses panjang edukasi pengelolaan sampah di Kota Surabaya. Di ibu kota provinsi tersebut, butuh waktu hampir empat tahun untuk melakukan sosialisasi masif agar warga mampu memilah dan menangani sampah secara mandiri dari rumah tangga.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

"Bila masyarakat minta sapkan bank sampah, itu butuh waktu. Inilah yang akhirnya membuat masyarakat kebingungan. Jadi butuh back-up dari Pemda," pesan politisi PKB tersebut.

Guna mengurai benang kusut krisis penanganan limbah di Jember, DPC PKB telah menginstruksikan fraksinya di parlemen untuk mengambil langkah strategis.

Ayub secara tegas meminta Fraksi PKB untuk mendesak eksekutif agar mengalokasikan anggaran khusus penanganan sampah sebesar minimal 3 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada momentum Perubahan APBD (P-APBD) Jember mendatang.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.