Harga Tiket Umrah Meroket, Pemerintah Diminta Intervensi Maskapai
- Penulis : Tim Jatimnow
- | Jumat, 08 Mei 2026 09:07 WIB
jatimnow.com - Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kini berdampak langsung pada dompet calon jemaah umrah asal Indonesia. Kenaikan biaya operasional pesawat yang dipicu perubahan rute dan asuransi keamanan membuat harga tiket penerbangan melambung drastis.
Jika kondisi itu dibiarkan, masyarakat kelas menengah yang sudah menabung bertahun-tahun terancam gagal berangkat ke Tanah Suci.
Baca Juga: Harga Tiket Umrah Meroket, AMPHURI Desak Pemerintah Turun Tangan
Ketua Litbang DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Ulul Albab, memperingatkan agar seluruh beban kenaikan biaya ini tidak ditimpahkan begitu saja kepada jemaah dan biro perjalanan (travel). Menurutnya, mekanisme pasar murni tidak boleh menjadi satu-satunya acuan dalam pelayanan ibadah.
"Travel umrah sekarang terjepit. Menaikkan harga secara ekstrem akan merusak kepercayaan pasar, tapi menyerap kenaikan tiket terus-menerus jelas mustahil bagi margin bisnis mereka," ujar Ulul dalam analisis tertulisnya, Jumat (8/5).
Situasi darurat ini memerlukan campur tangan negara. AMPHURI mengusulkan agar pemerintah segera memfasilitasi forum khusus yang mempertemukan asosiasi dengan maskapai penerbangan. Transparansi komponen biaya menjadi kunci agar kenaikan harga tidak terjadi secara sepihak atau berlebihan (over pricing).
Ulul menawarkan lima poin penting untuk menyehatkan kembali ekosistem umrah nasional. Pertama, kuota seat khusus. Pemerintah perlu mendorong maskapai menyediakan skema harga khusus berbasis volume bagi penyelenggara resmi, bukan sekadar mengikuti harga fluktuatif pasar reguler.
Kedua, kontrak jangka panjang. Hal ini untuk mendorong adanya block seat kolektif atau kontrak tahunan guna meredam gejolak harga yang mendadak.
Baca Juga: Saat Langit Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah Indonesia Kena Getahnya
Ketiga, diplomasi aviasi guna membuka lebih banyak alternatif maskapai internasional agar persaingan harga lebih kompetitif.
Keempat, insentif bandara. Ini memberikan kemudahan biaya bandara atau slot penerbangan khusus umrah selama masa krisis.
Kelima, negosiasi kolektif. AMPHURI secara internal akan mengonsolidasikan keberangkatan anggota agar memiliki posisi tawar lebih kuat di hadapan maskapai.
Lebih lanjut, Ulul mengingatkan bahwa rute penerbangan menuju Arab Saudi memiliki dimensi sosial-keagamaan yang kental bagi jutaan umat Islam di Indonesia.
Baca Juga: Tragedi Jenazah 15 Hari di Saudi Jadi Peringatan, AMPHURI Ajukan JR UU Umrah
Ia berharap maskapai tidak hanya melihat ini sebagai komoditas komersial semata, melainkan bagian dari pelayanan umat.
"Solusinya adalah berbagi beban, bukan memindahkan beban ke pihak yang paling bawah. Kita butuh keadilan agar industri tetap sehat dan jemaah tetap bisa beribadah," tegas akademisi sekaligus analis kebijakan publik tersebut.
Tanpa intervensi nyata, dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan hebat dalam rantai ekosistem umrah yang berujung pada kerugian massal di sisi jemaah.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-84354-harga-tiket-umrah-meroket-pemerintah-diminta-intervensi-maskapai