Rabu, 22 Jul 2026 00:45 WIB

Harga Tiket Umrah Meroket, AMPHURI Desak Pemerintah Turun Tangan

Pemerintah didorong segera mediasi maskapai demi melindungi jutaan calon jemaah. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pemerintah didorong segera mediasi maskapai demi melindungi jutaan calon jemaah. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jutaan umat Islam di Indonesia kini menghadapi rintangan berat untuk berangkat ke Tanah Suci. Lonjakan harga tiket penerbangan yang terjadi secara mendadak dan signifikan memicu guncangan hebat pada ekosistem penyelenggaraan umrah nasional. Kondisi tersebut memaksa Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) bersuara lantang demi melindungi kepentingan jemaah.

Ketua Litbang DPP AMPHURI, Ulul Albab, menyatakan bahwa situasi saat ini bukan sekadar urusan fluktuasi bisnis travel. Menurutnya, kenaikan biaya yang tak terduga berdampak langsung pada masyarakat yang sudah menabung bertahun-tahun demi memenuhi panggilan ibadah.

Baca Juga: AMPHURI Minta Permenkumham 49/2025 Diterapkan Proporsional agar Tak Bebani UMKM

"Dunia penyelenggaraan umrah sedang tertekan hebat. Kenaikan harga tiket menciptakan ketidakstabilan paket dan memicu kegelisahan mendalam bagi calon jemaah yang sudah merencanakan keberangkatan mereka sejak lama," ujar Ulul dalam keterangan resminya.

Ia mengakui dinamika industri penerbangan seperti harga avtur, kurs mata uang, hingga kebijakan operasional maskapai penerangan memang sulit dihindari. Namun, Ulul menyayangkan kebijakan yang diambil tanpa transparansi dan komunikasi memadai kepada para pemangku kepentingan.

Ketidakpastian harga menjadi masalah yang paling mencekik bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Perubahan harga yang sangat cepat tanpa pola yang jelas membuat biro perjalanan sulit menjaga komitmen harga kepada jemaah yang sudah terdaftar.

Baca Juga: Ustazah AI TikTok Viral, ICMI Jatim Buka Suara

Melihat karut-marut tersebut, AMPHURI mendesak kehadiran negara. Kementerian terkait dan regulator transportasi diminta tidak membiarkan sektor pelayanan ibadah ini bertarung sendirian melawan tekanan pasar yang liar.

"Pemerintah perlu segera membangun ruang dialog sehat antara maskapai, asosiasi, dan pemerintah. Jangan sampai ibadah umat menjadi korban tarik-menarik kepentingan ekonomi jangka pendek," tegas Ulul.

Langkah yang diambil AMPHURI saat ini adalah melakukan konsolidasi nasional dan mengumpulkan data konkret mengenai dampak kenaikan tiket. Organisasi ini memilih jalur konstitusional untuk mencari solusi tanpa harus menciptakan kegaduhan di ruang publik.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Di sisi lain, jajaran anggota asosiasi diimbau tetap menjaga profesionalitas dalam melayani jemaah. Ulul mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah modal utama yang tidak boleh dikhianati.

"Di balik setiap keberangkatan ke Tanah Suci, ada doa dan pengorbanan hidup yang tidak kecil. Harapan umat ini tidak boleh dipermainkan oleh situasi yang tidak adil," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.