1 Guru 1 Anak Tidak Sekolah, Upaya Pemkab Kediri Kejar Pemerataan Pendidikan
- Penulis : Yanuar D
- | Senin, 04 Mei 2026 18:15 WIB
jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang belum mendapatkan akses belajar secara optimal. Salah satunya gerakan satu guru dan tenaga kependidikan, satu anak tidak sekolah.
Sekertaris Daerah Mohamad Solikin mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional sekaligus Hari Otonomi Daerah 2026, Senin (4/5/2026) menegaskan, momentum ini menjadi refleksi penting untuk memperkuat semangat pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia.
Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri
"Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional pada hakikatnya, pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia," katanya.
Menurutnya, melalui Dinas Pendidikan, berbagai langkah telah disiapkan agar seluruh anak di Kabupaten Kediri memperoleh hak pendidikan yang setara. Upaya ini juga sejalan dengan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara melalui konsep asah, asih, dan asuh.
Selain itu, arah kebijakan daerah turut mendukung visi Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui sektor pendidikan.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah mengimplementasikan berbagai program, mulai dari pemberian beasiswa, insentif guru, penguatan pendidikan karakter, hingga program makanan bergizi gratis dan dukungan sekolah rakyat untuk pemerataan akses pendidikan.
"Dalam rangka hari Pendidikan Nasional tahun ini memang kita berharap kualitas dan pemerataan pendidikan kita, terutama untuk anak-anak kita bisa semakin merata, terutama di seluruh kabupaten dan kita memprioritaskan untuk anak-anak yang hari ini masih belum berkesempatan, baik anak-anak yang putus sekolah maupun mereka yang berada di desil 1, desil 2," jelasnya.
Solikin menambahkan bahwa, hal tersebut sesuai dengan arahan Mas Bupati, sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bahwa agar semua anak di Kabupaten Kediri mendapat kesempatan belajar di sekolah.
"Mas bup meminta kita melalui dinas pendidikan untuk segera mempersiapkan diri, terutama agar anak-anak ini memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan anak-anak yang lain. Ini menjadi prioritas sesuai yang kemarin diarahkan ketika kami melakukan kunjungan lapangan ke SR di Plosoklaten. Di momen hari perikanan nasional ini menjadi prioritas kami," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamad Muhsin menyampaikan bahwa pihaknya terus mengakselerasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data terbaru, jumlah ATS di Kabupaten Kediri yang sebelumnya mencapai 11.550 pada Oktober 2025, kini menurun menjadi 6.160 per April 2026.
Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini
"Mulai 1 Mei sampai 31 Mei gerakan 1 GTK 1 ATS. Jadi, guru dan tenaga kependidikan yang ada di Kediri harus mencari satu anak tidak sekolah dan dikembalikan. Ada kegiatan pendamping lagi yang lebih penting, yaitu home visit cegah ATS,” jelasnya.
Tak hanya itu, program home visit juga akan digencarkan mulai Juni untuk mencegah potensi siswa putus sekolah setelah proses penerimaan peserta didik baru.
"Jadi, mulai Juni guru-guru akan ke rumah-rumah murid yang berpotensi lulus tidak melanjutkan, yang berpotensi putus sekolah untuk dibantu ya kan, di-support ya, baik. Support beasiswa maupun support peralatan yang lain," imbuhnya.
Di sisi lain, Muhsin juga mengakui masih adanya tantangan di dunia pendidikan, salah satunya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun pendidikan karakter.
"Jadi, semua anak harus diberi pemahaman bahwa siapapun yang bersekolah di situ sama-sama hak dan kewajibannya. Ini penting sekali ya, karena masih terjadilah ada bullying, ada itu, dan itu harus kita akui menjadi PR kita yang harus kita selesaikan bersama-sama," ujarnya.
Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar
Kedepan, pihaknya akan membentuk kelompok kerja "Sekolah Aman dan Nyaman" guna menciptalan lingkungan belajar yang inklusif.
"Kebetulan besok kami dapat undangan ke provinsi ya, untuk menghadiri sosialisasi pembentukan Pokja sekolah aman dan nyaman. Nanti hasilnya akan kita ketahui," terangnya.
Dengan berbagai program yang berjalan, Pemkab Kediri optimistis mampu menekan angka anak tidak sekolah sekaligus mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Sementara itu di momentum Hari Otonomi Daerah ke-30, Pemkab juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan layanan publik, termasuk sektor pendidikan. Pihaknya juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas daerah melalui penguatan sumber daya manusia aparatur, peningkatan kapasitas keuangan daerah, penguatan kelembagaan dan tata kelola dengan melakukan reformasi birokrasi dan juga peningkatan transparansi serta akuntabilitas.
Editor : Yanuar D