Jumat, 19 Jun 2026 17:07 WIB

Moell On Mission Hadirkan Akses Kesehatan Layak di Kepulauan Kangean

Program Moell On Mission menembus wilayah terpencil Pulau Mamburit untuk merevitalisasi Poskesdes dan memberikan akses kesehatan serta edukasi anak. (Foto: Moell for jatimnow.com)
Program Moell On Mission menembus wilayah terpencil Pulau Mamburit untuk merevitalisasi Poskesdes dan memberikan akses kesehatan serta edukasi anak. (Foto: Moell for jatimnow.com)

jatimnow.com - Nasib kesehatan anak-anak di wilayah pelosok Indonesia acapkali terbentur dinding geografis. Kenyataan pahit tersebut terekam jelas di Pulau Mamburit, sebuah titik kecil di gugusan Kepulauan Kangean, Sumenep.

Demi memutus rantai keterbatasan tersebut, brand skincare anak, Moell, menginisiasi aksi nyata lewat program Moell On Mission yang berlangsung pada 22–26 April 2026.

Baca Juga: Uung Victoria Finky: Perawatan Rambut Anak Tak Harus di Salon Konvensional

Perjalanan tim menuju Mamburit bukanlah perkara mudah. Butuh waktu sekitar 15 jam menempuh jalur darat dan laut dari Surabaya untuk sampai ke lokasi.

Medan yang berat merupakan cermin harian bagi warga setempat dalam menjangkau kebutuhan dasar. Lewat program bertajuk “Tumbuh Bersama, Nyalakan Harapan”, Moell hadir melakukan intervensi kesehatan dan edukasi di wilayah yang minim tersentuh bantuan tersebut.

"Kami meyakini tumbuh kembang anak tidak boleh terhambat hanya karena lokasi tempat tinggal. Kehadiran kami bertujuan melihat langsung dan menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini luput dari pandangan," ujar Founder Moell, Uung Victoria Finky.

Temuan di lapangan cukup memprihatinkan. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai nelayan masih terjebak pada mitos perawatan anak turun-temurun, seperti penggunaan bedak tabur berlebihan. Jarak fasilitas medis yang jauh membuat para ibu kerap menunda pemeriksaan kesehatan buah hati mereka.

Data hasil pemeriksaan bersama CHeNECE Universitas Airlangga pada 23-24 April 2026 menunjukkan potret buram. Dari total kunjungan balita usia 0-24 bulan, sebanyak 22,73 persen atau 5 anak teridentifikasi stunting, sementara satu anak lainnya mengalami severely stunting. Selain masalah nutrisi, penyakit kulit akibat paparan sinar matahari dan air laut menjadi keluhan yang mendominasi.

Baca Juga: Salon Keliling Moell Hadir di Jakarta, Anak Bisa Keramas Sambil Jalan-Jalan

Bidan desa setempat, Syamsiyah, mengakui keterbatasan akses membuat penanganan kondisi medis anak sering terlambat. "Masalah kesehatan di sini kompleks, mulai dari tumbuh kembang hingga infeksi kulit, namun jarang segera diperiksakan karena kendala jarak," keluhnya.

Pusat perjuangan kesehatan di pulau tersebut bertumpu pada sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) sederhana. Mirisnya, bangunan itu merupakan hasil iuran mandiri warga di atas lahan swadaya. Fasilitasnya sangat minim. Hanya tersedia satu ranjang pemeriksaan dan stok obat-obatan yang terbatas untuk melayani seluruh penduduk.

Jika ada kondisi darurat, pasien harus bertaruh waktu menyeberang ke Pulau Kangean atau daratan Sumenep menggunakan transportasi laut lokal.

Menanggapi situasi itu, Moell melakukan revitalisasi total terhadap Poskesdes Mamburit. Perbaikan mencakup renovasi bangunan, pengadaan sarana medis baru, hingga pemenuhan suplai obat-obatan agar warga mendapatkan layanan yang lebih manusiawi.

Baca Juga: Founder Moell Tempuh 15 Jam ke Pulau Mamburit Demi Kesehatan Anak

Perawat Poskesdes Mamburit, Hj Asharul Fauli, menyebut bantuan tersebut sangat krusial. Selama ini, pelayanan hanya ditopang dua tenaga medis dengan peralatan seadanya. Kini, wajah baru fasilitas kesehatan tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga.

Selain infrastruktur, dr. Ikhsanuddin Qothi yang turut dalam rombongan, memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi door-to-door. Menurutnya, tantangan terbesar warga pulau bukan sekadar jarak, melainkan pemahaman medis yang minim.

"Banyak gangguan kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah jika orang tua paham cara penanganan dini," kata dr. Ikhsanuddin.

Langkah Moell di Mamburit bukan sekadar aksi sosial musiman. Program ini menjadi pemantik diskusi lebih luas mengenai ketimpangan akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan Indonesia, sekaligus komitmen jangka panjang brand untuk mendampingi generasi masa depan di wilayah yang terisolasi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.