Minggu, 21 Jun 2026 05:54 WIB

Rencana Aksi Bela Kalimat Tauhid di Malang, Wali Kota: Tidak Perlu

Wali Kota Malang Sutijadi (baju hijau) saat berada di SMKN 2 Kota Malang
Wali Kota Malang Sutijadi (baju hijau) saat berada di SMKN 2 Kota Malang

jatimnow.com - Maraknya aksi bela kalimat tauhid yang dikakukan di berbagai daerah membuat Wali Kota Malang Sutiaji angkat bicara.

Menurut Sutiaji, semua aksi harus melalui prosedur yang berlaku sebagaimana aturan yang sudah ada. Terpenting bagaimana kondisi Kota Malang yang saat ini kondusif ini tetap terjaga.

"Semua sudah ada prosedurnya, sehingga diharapkan semua pihak bisa menahan diri. Tidak perlu ada gerakan massa. Kota Malang yang kondusif harus kita jaga bersama,"tegas Walikota Malang Sutiaji, saat ditemui di SMKN 2 Kota Malang, Jum'at (26/10/2018).

Dirinya juga mempercayakan penuh pengamanan dan proses tersebut ke pihak kepolisian.

"Aparat sudah bergerak sesuai dengan kapasitasnya dan melakukan langkah sesuai kewenangannya, jadi Percayakan saja," terangnya.

Ia sendiri tak ingin persoalan di Garut merembet dan terbawa ke Kota Malang. Bahkan dirinya sudah berkomunikasi dengan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas untuk tidak membawanya ke Kota Malang.

"Kita tidak menghendaki itu dibawa bawa ke bumi Arema yang kondusif ini," tegasnya kembali.

Pihaknya juga menghimbau kepada warganya untuk tetap tenang dan tak terprovokasi aktivitas di media sosial terkait aksi Bela Kalimat Tauhid yang marak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Di Kota Malang sendiri, aksi Bela Kalimat Tauhid rencananya akan dilakukan di Masjid Jendral Ahmad Yani, Jalan Kahuripan 12 Malang. Aksi direncanakan bakal berlangsung Jumat (26/10/2018) selepas magrib atau sekitar pukul 18.00 Wib.

Namun dari laporan pihak kepolisian, panitia akhirnya membatalkan aksi tersebut dengan alasan yang tidak dijelaskan.





 

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.