Kamis, 18 Jun 2026 06:56 WIB

Gugatan Ikan Mati Menang Inkracht, Ecoton 'Ngintir' dari Batu ke Surabaya

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 12 Okt 2025 14:37 WIB
Tim Ecoton bersama River Warrior memulai aksi "Ngintir Kali Brantas" pada Minggu (12/10/2025). (Foto: Ecoton for jatimnow.com)
Tim Ecoton bersama River Warrior memulai aksi "Ngintir Kali Brantas" pada Minggu (12/10/2025). (Foto: Ecoton for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Ecoton bersama River Warrior memulai aksi "Ngintir Kali Brantas" pada Minggu (12/10), menyusuri Sungai Brantas dari Kali Surabaya. Aksi ini merupakan bentuk syukur dan kampanye lingkungan setelah Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Gubernur Jawa Timur dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) terkait kasus ikan mati massal di Kali Brantas.

Alaika Rahmatullah dan Prigi Arisandi, memimpin aksi dengan membawa poster bertuliskan "Ayo Rek Besuk Sungai Brantas" dan "Brantas Seger Waras."

Baca Juga: Jenis dan Bobot Sapi Kurban Orang Nomor 1 di Jatim

“Kami bersyukur atas putusan MA yang bersifat inkracht van gewijsde atau putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan tidak dapat diganggu gugat,” ungkap Koordinator Kampanye Ecoton, Alaika Rahmatullah.

Putusan MA tersebut menguatkan tuntutan Ecoton agar Gubernur Jatim, Menteri PU, dan Menteri Lingkungan Hidup (LH) melaksanakan 10 poin tuntutan untuk mengatasi pencemaran sungai.

Sebagai wujud syukur atas kemenangan hukum yang dianggap sebagai "hadiah bagi ulang tahun Jawa Timur," Ecoton mengubah perayaan mereka menjadi kampanye lingkungan bertajuk "Besuk Sungai Brantas."

Kampanye ini bertujuan mengajak masyarakat Jatim untuk menjaga dan melestarikan ekosistem Kali Brantas yang merupakan sumber kehidupan utama dan lumbung pangan nasional.

Koordinator Program Besuk Sungai, Prigi Arisandi, menjelaskan bahwa aksi susur sungai ini akan dilakukan dalam berbagai cara, mulai dari berenang, jalan kaki susur sumber, bersepeda, hingga berperahu.

“Kami akan melakukan Besuk Sungai Brantas dari Sumber Brantas Batu Malang hingga Jagir Wonokromo di Surabaya. Tujuannya untuk mengabarkan kondisi Kali Brantas dan mengajak penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mencintai sungai ini,” jelas Prigi.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Perjalanan yang dimulai sejak 12 Oktober 2026 dari Kali Surabaya ini direncanakan akan berakhir pada awal November, mencakup berbagai kota dan kabupaten di sepanjang aliran sungai:

  • 12-15 Oktober: Susur Kali Surabaya (Mlirip - Jagir)
  • 16-18 Oktober: Susur Sumber Brantas - Kota Malang
  • 19-22 Oktober: Malang - Karangkates - Wlingi - Tulungagung
  • 24-27 Oktober: Tulungagung - Kediri
  • 28-31 Oktober: Kediri - Megaluh Jombang
  • 2-5 November: Jombang - Mlirip

Selama kegiatan Besuk Sungai, tim Ecoton yang terdiri dari Daru Setyorini, Amirudin Muttaqin, dan Thara Bening Sandrina (River Warrior) akan melaksanakan sejumlah kegiatan riset dan sosialisasi.

Selama program "Besuk Sungai," tim Ecoton tidak hanya beraksi secara simbolis, tetapi juga melaksanakan serangkaian kegiatan riset mendalam.

Kegiatan utama yang mereka lakukan di lapangan meliputi inventarisasi sumber pencemaran akibat pembuangan limbah cair industri, dilanjutkan dengan pendataan timbulan sampah dan fenomena "pohon plastik."

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Selain itu, mereka secara simultan melakukan uji kualitas air, yang secara khusus mencakup analisis mikroplastik, dan mengidentifikasi setiap pelanggaran terkait pemanfaatan bantaran sungai.

Prigi menambahkan, kemenangan hukum ini merupakan momentum untuk memperkuat tanggung jawab negara dan kesadaran publik terhadap ekosistem Brantas.

"Kini putusan sudah inkracht, kami akan pastikan pemerintah daerah dan pusat melaksanakan 10 tuntutan tersebut demi tercapainya cita-cita Brantas Seger Waras," pungkasnya.

 

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.