Rabu, 17 Jun 2026 12:16 WIB

Seru! Ibu-Ibu Sidoarjo Masak Bahan Misteri di Hari Kartini

Sebanyak 60 peserta dari berbagai komunitas dan profesi turun langsung ke dapur kompetisi. (Foto: Humas Luminor Hotel for jatimnow.com)
Sebanyak 60 peserta dari berbagai komunitas dan profesi turun langsung ke dapur kompetisi. (Foto: Humas Luminor Hotel for jatimnow.com)

jatimnow.com - Peringatan Hari Kartini di Sidoarjo berlangsung tak biasa. Puluhan ibu ditantang memasak cepat tanpa resep dalam ajang “Kartini Culinary Spirit” di Luminor Hotel Sidoarjo.

Sebanyak 60 peserta dari berbagai komunitas dan profesi turun langsung ke dapur kompetisi. Tantangan utama datang dari bahan misteri yang baru dibuka saat lomba dimulai. Dalam waktu terbatas, peserta harus menyusun strategi, membagi peran, lalu menyajikan hidangan layak saji.

Baca Juga: IGRA dan Faber-Castell Ajak Pelajar Kediri Lomba Mewarnai dengan Sentuhan Teknologi

Sejak awal, atmosfer terasa hidup. Peserta bergerak cepat, berdiskusi singkat, lalu mengeksekusi ide. Format Fun Rally Cooking membuat lomba berjalan dinamis, tidak kaku, tetapi tetap kompetitif. Kreativitas dan kerja tim menjadi kunci.

Keterlibatan ibu-ibu PKK RW 13 Taman Tiara Sidoarjo memberi warna tersendiri. Ketua PKK, Retno Nurhayati, melihat kegiatan tersebut sebagai ruang baru bagi perempuan untuk berkembang.

“Kegiatan seperti ini memberi kesempatan belajar sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota. Nilainya relevan dengan semangat Kartini masa kini,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Tak sekadar lomba, peserta juga mendapat pembekalan langsung dari Executive Chef Agung Wijaya. Ia mengingatkan pentingnya standar kebersihan sebelum berbicara soal rasa.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Pangan, PDIP Jember Gerak Cepat Tanam Pendamping Nasi

“Setiap hidangan harus diperlakukan sebagai karya. Kebersihan menjadi dasar sebelum kreativitas berkembang,” katanya.

Penyelenggara mengemas acara sebagai pengembangan program komunitas yang lebih interaktif. Marcomm Executive Luminor Hotel Sidoarjo, Svastika Putri, menyebut konsep tersebut sengaja dirancang agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan dan memperkuat hubungan dengan komunitas sekitar,” ujarnya.

Baca Juga: Hari Kartini, YKI Lamongan Gaungkan Gerakan Sadari hingga Skrining Kanker Serviks

Suasana makin semarak saat peserta mengikuti sesi tambahan seperti fashion show dan pemilihan busana terbaik. Area acara berubah menjadi panggung ekspresi, melengkapi semangat kebersamaan yang terbangun sejak awal.

Melalui kegiatan tersebut, peringatan Hari Kartini tidak berhenti pada seremoni. Para peserta menunjukkan bahwa kreativitas, keberanian mencoba hal baru, dan kolaborasi tetap hidup, bahkan dari dapur sederhana hingga ruang kompetisi.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.