Jember Targetkan Miliki 400 Dapur MBG, Bakal Diguyur Rp 1 Miliar Per Bulan
- Penulis : Sugianto
- | Sabtu, 18 Apr 2026 08:35 WIB
jatimnow.com – Kabupaten Jember bersiap menerima suntikan dana triliunan rupiah dari program andalan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 400 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG ditargetkan segera berdiri di Jember, di mana setiap dapur diproyeksikan menerima kucuran dana operasional Rp 1 miliar setiap bulannya.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat berkunjung ke SPPG Wringinagung Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Kamis (16/4/2026). Jember dinilainya sebagai salah satu daerah paling progresif dalam penyediaan data penerima manfaat yang akurat dan lengkap.
Baca Juga: Bupati Jember Perintahkan Dinas TPHP Cabut Izin Kios Pupuk Subsidi Nakal
Komitmen Pemkab Jember dalam menyukseskan program tersebut terlihat dari pembentukan Satgas Percepatan MBG. Hal ini menumbuhkan optimisme bahwa program MBG di Jember akan memberikan dampak ganda, baik untuk kesehatan anak maupun penguatan ekonomi lokal.
Dadan menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Dimana sekitar 93 persen anggaran BGN akan disalurkan ke setiap SPPG.
"Setiap satu unit SPPG diproyeksikan menerima dana sekitar Rp 1 miliar per bulan. Selanjutnya, 70 persen anggaran digunakan untuk pembelian bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM setempat," kata Dadan.
Selain itu, sebanyak 20 persen untuk biaya operasional, termasuk gaji sekitar 47 relawan per SPG, dan 10 persen untuk pengembalian investasi bagi mitra pembangun SPPG.
Saat ini, di Jember ada sebanyak 207 unit SPPG yang sudah mulai beroperasi. "Artinya, sudah ada aliran dana sekitar Rp 207 miliar per bulan yang masuk ke Jember. Ini akan sangat menggerakkan roda ekonomi daerah," ujar Dadan.
Baca Juga: Bantuan Pertanian Senilai Rp312 Miliar Mengalir ke Jember
Terkait pengawasan, Badan Gizi Nasional telah menyiapkan sistem berlapis melalui deputi pengawasan, pemantauan, serta inspektorat. Dadan juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memantau kualitas menu harian melalui dokumentasi foto.
Ia menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP). "Kami meminta Bupati untuk memberikan rekomendasi jika ada SPPG yang tidak patuh. Kami akan langsung tindak lanjuti," tegasnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan, jika seluruh satuan pelayanan sudah beroperasi penuh. Nilai ekonomi yang beredar di Jember diperkirakan mencapai Rp 4 triliun hingga Rp 4,6 triliun per tahun. Angka ini bahkan berpotensi melampaui total APBD Kabupaten Jember yang saat ini berada di angka Rp 4,3 triliun.
"Perputaran uang dari MBG ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita, meningkatkan pendapatan daerah, dan yang paling penting adalah penciptaan lapangan kerja baru bagi warga Jember," ujar Gus Fawait.
Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Resmi Dibuka, Gus Fawait Optimistis Ekonomi Meroket
Gus Fawait juga menyoroti dampak sosial langsung dari program ini. Pengamatan di lapangan, banyak tenaga kerja yang terserap adalah mereka yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap, seperti ibu rumah tangga dan warga dengan ekonomi rendah.
Dengan keterlibatan masyarakat lokal, angka pengangguran di Jember diharapkan dapat menurun drastis, yang akhirnya akan mengakselerasi pengentasan kemiskinan.
Terkait perkembangan di lapangan, Gus Fawait menyebutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 satuan pelayanan yang mulai beroperasi di Jember. Gus Fawait memastikan Pemkab Jember akan terus mengawal program ini.
Editor : Dadang Kurnia