Selasa, 16 Jun 2026 12:52 WIB

Phonska Plus Pupuk Indonesia Melaju ke Babak Grand Final Proliga 2026

Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia saat mengalahkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor 3-1. (Foto: Proliga Official/jatimnow.com)
Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia saat mengalahkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor 3-1. (Foto: Proliga Official/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim voli putri Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia resmi mengamankan tempat di babak Grand Final Proliga 2026. Kepastian ini didapat setelah skuad asuhan Alessandro Lodi sukses menumbangkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan skor 3-1 (25-18, 25-21, 18-25, 25-19) dalam laga seri terakhir final four di GOR Jatidiri, Semarang, Kamis (16/4/2026) malam.

Kemenangan ini menegaskan dominasi Phonska Plus sepanjang musim, sekaligus memupus harapan perlawanan sengit dari armada Electric PLN Mobile.

Baca Juga: Libas Popsivo 3-0, Megawati Cs Tantang Phonska Plus di Grand Final Proliga 2026

Phonska Plus langsung menurunkan komposisi terbaiknya sejak menit awal. Motor serangan yang dimotori Arnetta Putri sukses memanjakan Medi Yoku dan dua legiun asing, Annie Mitchem serta Oleksandra Bytsenko. Phonska langsung memimpin 8-4 di awal laga.

Electric PLN yang mengandalkan duet Kara Bajema dan Neriman Ozsoy sempat memberikan perlawanan dan menipiskan jarak menjadi 8-9. Namun, rentetan servis mematikan dari Bytsenko kembali menjauhkan keunggulan Phonska menjadi 14-10. Meski Ozsoy dkk. berupaya menekan di pertengahan set, Phonska tetap solid dengan keunggulan 20-15. Set pertama akhirnya ditutup dengan attack tajam Anne Mitchem dengan 25-18.

Memasuki set kedua, Jakarta Electric PLN mengubah strategi. Skuad besutan mereka tampil lebih agresif dan sempat memimpin jauh 5-1 hingga 7-3 melalui aksi-aksi Bajema. Namun, ketenangan Medi Yoku dkk. perlahan mampu menyamakan skor menjadi 8-8.

Aksi saling kejar angka terjadi dengan sangat ketat di angka 10-10 hingga 16-16. Momentum krusial terjadi saat memasuki poin-poin tua. Phonska Plus yang lebih disiplin dalam bertahan berhasil melepaskan diri dari tekanan dan unggul 23-20. Set kedua kembali menjadi milik tim asal Gresik ini dengan skor 25-21.

Sudah memastikan satu tiket di Grand Final berkat keunggulan dua set, Alessandro Lodi memutuskan untuk melakukan rotasi besar-besaran di set ketiga. Pemain pelapis seperti Dhea, Putri Agustin, Bella Sabrina, dan Ajeng diberi kesempatan bermain.

Meski sempat unggul 8-5, para pemain pelapis Phonska Plus mulai mendapat tekanan berat dari skuad inti Electric PLN. Neriman Ozsoy yang tidak ingin timnya kalah telak tampil beringas dan membalikkan keadaan menjadi 16-11. Dominasi tim milik BUMN listrik ini terus berlanjut hingga unggul jauh 24-16, sebelum akhirnya menutup set ketiga dengan kemenangan 25-18.

Baca Juga: Gresik Phonska Plus Sapu Bersih Dua Laga Kandang di Proliga 2026

Meski kalah di set sebelumnya, Lodi tetap mempertahankan komposisi pemain pelapisnya di set keempat. Di sisi lain, Electric PLN tetap tampil dengan kekuatan penuh termasuk duet Ozsoy-Bajema.

Namun, kepercayaan diri para pemain muda Phonska justru memuncak. Mereka mampu meredam serangan lawan dan unggul telak 16-9 di pertengahan set. Walaupun laga sempat berjalan monoton karena dominasi sepihak, Phonska Plus tetap konsisten hingga kedudukan 23-18. Harapan Electric untuk memaksakan full set kandas setelah Phonska menyudahi perlawanan dengan skor 25-19.

Usai laga pelatih Phonska Plus Alessandro Lodi mengatakan anak asuhnya sudah tahu dengan menang dua set awal, "Kami sudah memastikan lolos ke grand final," kata Lodi 

Ia pun sudah berencana setelah menang di dua set awal akan memainkan tim pelapis, "Kami mencoba memainkan pemain pelapis, sekaligus menghindari cedera kepada pemain inti," kata Lodi.

Baca Juga: Tak Terkalahkan, Gresik Phonska Plus Juara Putaran Pertama Proliga 2026

Salah satu pemain Phonska Plus, Geofani mengaku sempat nervous ketika turun tanpa pemain asing, "Kami sempat deg-degan aja saat diturunkan tanpa pemain asing, sementara lawan turun dengan full tim," kata Geofani.

Sementara itu asisten pelatih sekaligus direktur teknik Elektric PLN Mobile, Anantachai Yoonprathom mengakui , sebelumnya kita sudah melakukan evaluasi, "Tapi ketika melawan Phonska Plus hari ini semua evaluasi tidak bisa berjalan baik," kata Anantachai.

Ia juga mengakui Phonska Plus bermain sangat baik, "Terus terang hari ini kami mengakui Phonska Plus bermain sangat baik. Padahal kami sudah bersiap segalanya," tukas Anantachai Yoonprathom.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.