Senin, 22 Jun 2026 20:54 WIB

Solusi Konkret Atasi Rokok Ilegal, Gus Lilur Suarakan Tritura Petani Madura

Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto: Dok Pribadi)
Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur. (Foto: Dok Pribadi)

jatimnow.com - Kebijakan represif berupa penindakan lapangan terbukti gagal membendung peredaran rokok ilegal secara permanen. Menanggapi kebuntuan tersebut, para petani dan pelaku industri tembakau Madura melontarkan tiga tuntutan strategis atau "Tritura" agar pemerintah pusat merombak tata kelola cukai nasional.

Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur, menyatakan bahwa masalah ini berakar pada sulitnya akses legalitas bagi rakyat.

Baca Juga: Gus Lilur: Muktamar NU ke-35 Harus Hidupkan Semangat Piagam Jakarta

Menurutnya, negara tidak bisa terus-menerus mengandalkan aksi penggerebekan tanpa memberikan jalan keluar bagi para pengusaha kecil.

"Pendekatan penindakan takkan menuntaskan masalah. Perlu transformasi kebijakan yang membuka ruang bagi usaha rakyat dan petani," ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4).

Langkah pertama dalam Tritura tersebut adalah mendorong pengusaha rokok ilegal beralih ke jalur formal. Gus Lilur mengajak para produsen yang masih bersembunyi untuk melegalkan usahanya.

Namun, ia memberi catatan bahwa negara wajib mempermudah prosedur serta memangkas biaya yang selama ini mencekik pelaku usaha kecil.

Poin kedua, Gus Lilur menagih komitmen Menteri Keuangan terkait realisasi Cukai Rokok Rakyat. Kebijakan tersebut dianggap sebagai janji yang menggantung, padahal keberadaannya sangat krusial sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap industri skala rumahan.

Baca Juga: NBI Usulkan Duet Kiai dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031

"Kami sudah mendengar komitmen Menteri Keuangan soal cukai rokok rakyat. Sekarang saatnya diwujudkan, jangan berlarut-larut. Kalau aturan ini tidak terbit dalam satu bulan ke depan, peredaran rokok ilegal akan terus berulang karena sistem yang ada tidak adaptif," tegas Gus Lilur.

Sebagai solusi jangka panjang, tuntutan ketiga mendesak Presiden segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi ekosistem terpadu yang menghubungkan petani, industri pengolahan, hingga jaringan pasar internasional.

Baca Juga: Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Gus Lilur optimistis KEK bakal mengubah wajah Madura menjadi pusat industri tembakau yang kompetitif.

Melalui integrasi tersebut, kesejahteraan petani terjaga, pelaku usaha memiliki kepastian hukum, dan penerimaan negara melalui cukai tetap optimal.

"Industri yang sehat harus bermula dari kebijakan adil. Petani harus sejahtera, pelaku usaha harus hidup, dan negara mendapat manfaatnya," tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.