Kamis, 18 Jun 2026 14:14 WIB

Jembatan Putus, Siswa di Jember Terpaksa Gunakan Rakit untuk Berangkat Sekolah

  • Penulis : Bramanta
  • | Rabu, 15 Apr 2026 10:20 WIB
Siswa di Jember berangkat sekolah menggunakan rakit. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Siswa di Jember berangkat sekolah menggunakan rakit. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah siswa di Kabupaten Jember harus menyeberangi Sungai Bedadung menggunakan rakit bambu untuk berangkat dan pulang sekolah. Kondisi ini terjadi setelah jembatan gantung yang menjadi akses utama antarwilayah ambrol akibat banjir pada Februari 2026.

Rakit tersebut merupakan inisiatif para wali murid guna mempermudah anak-anak mereka menuju sekolah. Sebelumnya, warga mengandalkan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, dengan Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Pasca putusnya jembatan, para siswa harus menempuh jalur alternatif dengan memutar sejauh kurang lebih 10 kilometer. Jarak yang cukup jauh itu mendorong wali murid untuk membuat rakit sederhana dari bambu sebagai sarana penyeberangan Sungai Bedadung.

Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono, mengatakan terdapat enam pelajar dari wilayah utara sungai yang bersekolah di wilayah selatan. Setiap hari, mereka bergantung pada rakit untuk menyeberang.

“Setiap hari anak-anak ini menyeberangi Sungai Bedadung. Rakit tersebut dibuat oleh wali murid untuk antar-jemput anak sekolah,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Pihak kepolisian setempat turut melakukan pemantauan terhadap aktivitas penyeberangan tersebut, baik yang digunakan oleh siswa maupun masyarakat umum.

Meski membantu mobilitas, penggunaan rakit dinilai memiliki risiko tinggi, terutama saat kondisi cuaca buruk dan arus sungai meningkat. Karena itu, pihak kepolisian mengimbau warga untuk tidak menggunakan rakit dalam kondisi berbahaya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

“Penyeberangan hanya dilakukan saat arus sungai normal. Jika kondisi tidak memungkinkan, warga diminta memutar melalui jalur darat, meskipun harus berangkat lebih awal,” tambahnya.

Hingga saat ini, warga masih berharap adanya perbaikan jembatan agar aktivitas sehari-hari, khususnya bagi para pelajar, dapat kembali berjalan normal dan aman.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.