Senin, 22 Jun 2026 14:26 WIB

OJK Perkuat Ekosistem Pesantren Melalui Literasi dan Perluasan Akses Keuangan Syariah

  • Penulis : Yanuar D
  • | Selasa, 14 Apr 2026 21:55 WIB
Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. (Foto: OJK Kediri/jatimnow.com)
Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. (Foto: OJK Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat melalui penguatan ekosistem pesantren sebagai langkah strategis mendukung program prioritas pemerintah sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

Upaya tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, dalam kegiatan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Forum Rois Syuriyah PCNU se-Jawa Timur Berkumpul di Lirboyo, Ini Hasilnya

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara OJK, Badan Gizi Nasional (BGN), dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dicky menegaskan, pesantren memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat, terutama dengan jumlah santri yang besar dan ekosistem yang kuat.

“Program pemerintah saat ini tidak hanya berbicara mengenai kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk generasi ke depan. Ini merupakan sebuah kebersyukuran bagi kita semua ketika memiliki program yang berorientasi jangka panjang seperti ini,” ujar Dicky.

Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini, sekaligus membuka peluang ekonomi yang luas.

Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga perkebunan dapat menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut. Masyarakat sekitar pesantren pun berpeluang terlibat sebagai pemasok kebutuhan, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang berkelanjutan.

Dicky juga menegaskan bahwa OJK tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai katalis dan fasilitator yang membuka akses serta mempercepat konektivitas antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan.

Baca Juga: Siap-Siap! OJK Bakal Sanksi Influencer Kripto Nakal

Melalui FEBIS, pelaku usaha tidak hanya dikenalkan pada alternatif pembiayaan syariah, tetapi juga dipertemukan langsung dengan lembaga jasa keuangan melalui skema business matching.

“Melalui kegiatan ini, pelaku usaha memiliki peluang nyata untuk memperoleh pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, OJK juga menggelar program SAKINAH yang mengusung tema “Santri Sehat, Keuangan Kuat, Masa Depan Hebat”. Kegiatan ini diikuti ratusan santri dan berisi edukasi mengenai produk dan layanan keuangan syariah, pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta pentingnya gizi.

Selain itu, FEBIS diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), badan usaha milik NU, pelaku usaha, hingga pemasok dalam rantai pasok program MBG.

Baca Juga: Tak Keluarkan Maklumat, Ponpes Lirboyo Tegaskan Ikuti Keputusan Pemerintah

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi pemaparan dari pelaku usaha jasa keuangan syariah serta business matching guna memperluas akses pembiayaan berbasis prinsip kehati-hatian.

Sebagai bentuk implementasi nyata, turut dilakukan peresmian fasilitas SPPG di lingkungan pesantren serta penandatanganan prasasti untuk 27 SPPG sebagai bagian dari penguatan ekosistem pesantren.

Langkah ini menjadi wujud sinergi antara sektor keuangan syariah dan ekonomi riil dalam membangun ekosistem pesantren yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat OJK, pengurus PBNU, pimpinan pesantren, hingga perwakilan industri perbankan syariah serta Forkopimda Jawa Timur.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.