Kamis, 18 Jun 2026 11:21 WIB

Tak Keluarkan Maklumat, Ponpes Lirboyo Tegaskan Ikuti Keputusan Pemerintah

Foto: Ponpes Lirboyo Kota Kediri. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Ponpes Lirboyo Kota Kediri. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Ponpes Lirboyo Kediri, menyampaikan sikap resminya terkait penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri. Pihak Ponpes menegaskan tetap berpegang pada keputusan pemerintah melalui sidang itsbat sebagai rujukan bersama. Mereka tidak mengeluarkan maklumat maupun pengumuman terkait penetapan awal bulan Ramadan. Meski begitu pihak Ponpes menghargai ormas ataupun lembaga yang telah mengumumkan penetapan Ramadan dan Syawal.

Humas Ponpes Lirboyo, KH Oing Abdul Muid, menyampaikan bahwa Lirboyo secara konsisten menggunakan fiqh mu’tabar dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Mereka menjadikan hisab sebagai landasan perhitungan dan rukyah sebagai penentu.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

“Prinsip yang kami gunakan adalah hisab sebagai landasan perhitungan awal dan rukyah sebagai penentu, sebagaimana yang menjadi acuan pemerintah dalam pelaksanaan sidang itsbat,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Atas dasar tersebut, Ponpes Lirboyo tidak merasa perlu mengumumkan lebih awal penetapan awal Ramadhan maupun Idul Fitri sebelum adanya keputusan resmi pemerintah.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Kami tidak merasa perlu mengikhbarkan sebelum keputusan itsbat pemerintah ditetapkan. Keputusan pemerintah adalah panduan yang paling membawa kemaslahatan, khususnya ketika terjadi perbedaan pandangan di tengah umat,” tegasnya.

Sikap Ponpes Lirboyo ini disebut sejalan dengan kaidah fiqh hukmul hakim yarfa‘ul khilaf yang berarti keputusan pemerintah dapat mengakhiri perbedaan. Sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), Ponpes Lirboyo juga mendukung komitmen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menjadikan hasil sidang itsbat pemerintah sebagai rujukan bersama. Meski demikian, Lirboyo tetap menghormati sikap organisasi masyarakat Islam maupun pondok pesantren lain yang menetapkan dan mengumumkan awal Ramadhan atau Idul Fitri sebelum sidang itsbat, meskipun hasilnya berbeda.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

“Sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk komitmen terhadap persatuan umat, ukhuwah Islamiyah, dan kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.