Sapu Bersih Misi di Singapura, Drone Pintar ITS Raih Juara Se-Asia
- Penulis : Ali Masduki
- | Selasa, 14 Apr 2026 19:09 WIB
jatimnow.com - Langit buatan di Singapore Expo Hall 2B menjadi saksi ketangguhan teknologi rakitan mahasiswa Surabaya. Tim Bayucaraka dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengamankan posisi ketiga dalam ajang internasional Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 yang berakhir pekan lalu.
Kemenangan ini terasa spesial karena armada ITS menjadi satu-satunya kontestan dari total 15 tim se-Asia Tenggara yang sanggup melibas seluruh tantangan tanpa kesalahan.
Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN
Berlaga di kategori High-Speed Drone Flock, ITS menerjunkan tiga pesawat otonom sekaligus. Di antaranya SoeroNgajeng, SoeroMadya, dan SoeroWingking. Ketiganya diprogram untuk terbang beriringan menembus rintangan rumit secara otomatis.
"Pesawat kami melaju hingga tiga meter per detik dengan napas terbang mencapai 15 menit," ungkap Okta Dewa Arjun, Penanggung Jawab Tim Bayucaraka untuk SAFMC 2026, Selasa (14/4/2026).
Perbedaan mencolok terlihat pada "indra" penggerak pesawat. Saat mayoritas lawan mengandalkan kamera visual yang kerap terganggu perubahan cahaya ruangan, ITS memilih jalan berbeda. Mereka menyematkan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) sebagai pendeteksi gerbang lintasan.
Hasilnya, akurasi navigasi tetap terjaga stabil meski pencahayaan di dalam gedung berubah-ubah. Sensor berbasis laser tersebut memastikan drone mengenali objek dengan presisi tinggi tanpa perlu intervensi pilot manusia.
Perjalanan menuju podium bukan tanpa drama. Masalah sempat muncul ketika sensor ketinggian pada salah satu unit drone mengalami kendala teknis akibat usia komponen. Namun, respons cepat kru di lapangan berhasil menyelamatkan keadaan hingga misi rampung 100 persen.
Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik
Ketua Tim Bayucaraka, Farrel Ganendra, menyebut riset ini bukan sekadar mengejar piala. Teknologi drone otonom yang mereka kembangkan memiliki potensi besar untuk mengubah wajah logistik perkotaan di masa depan. Pengiriman barang via jalur udara yang mandiri dan aman kini bukan lagi sekadar angan-angan.
Keberhasilan di Singapura ini juga menjadi pembuktian kualitas pendidikan teknik di Indonesia yang mampu bersaing di level global.
Pencapaian tersebut sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam memajukan inovasi industri serta infrastruktur transportasi masa depan.
Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T
Ambisi tim asal Surabaya ini tidak berhenti di sini. Okta membocorkan bahwa langkah selanjutnya adalah integrasi modul Global Positioning System (GPS) pada sistem mereka.
Langkah tersebut bertujuan mengembangkan formasi pesawat otonom yang jauh lebih rumit dan tangguh.
"Medali dari Singapura adalah modal semangat bagi kami untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," tutup mahasiswa Fisika angkatan 2023 tersebut.
Editor : Ali MasdukiURL : https://jatimnow.id/baca-83754-sapu-bersih-misi-di-singapura-drone-pintar-its-raih-juara-seasia