Resah Dengan Kelangkaan Gas LPG, Warga Blitar Ini Buat Kompor Bahan Bakar Limbah
- Penulis : Bramanta
- | Selasa, 14 Apr 2026 10:10 WIB
jatimnow.com - Kelangkaan gas LPG yang belakangan dikeluhkan masyarakat di berbagai daerah mendorong munculnya inovasi alternatif bahan bakar rumah tangga. Salah satunya datang dari tangan Andi, warga Dusun Dawung, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
Di tengah kondisi sulitnya mendapatkan gas LPG, Andi berhasil menciptakan kompor dengan bahan bakar dari limbah oli dan minyak goreng bekas. Inovasi ini menjadi solusi praktis sekaligus ekonomis bagi warga yang terdampak kelangkaan.
Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga
Meski menggunakan bahan bakar dari limbah, performa kompor buatan Andi tidak bisa dipandang sebelah mata. Nyala api yang dihasilkan tampak stabil dan berwarna biru, menyerupai api pada kompor gas elpiji pada umumnya.
Secara bentuk, kompor tersebut memiliki desain sederhana berupa rangka besi yang kokoh. Di bagian tengah terdapat tungku sebagai tempat pembakaran, serta wadah khusus untuk menampung oli dan minyak goreng bekas sebagai bahan bakar utama.
Andi menjelaskan, dalam sekali pengisian bahan bakar, kompor buatannya mampu menyala hingga kurang lebih setengah hari. Ketahanan ini dinilai cukup efisien untuk kebutuhan memasak rumah tangga sehari-hari.
"Kalau untuk kebutuhan memasak sekali kita isi bahan bakar nyalanya bisa tahan kurang lebih setengah hari," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, ide pembuatan kompor ini muncul dari keresahan pribadi saat kesulitan mendapatkan gas LPG. Ia kemudian mencoba memanfaatkan limbah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai alternatif bahan bakar.
Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar
Tak disangka, inovasi tersebut justru mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang mulai melirik kompor buatannya sebagai solusi di tengah kelangkaan gas.
Bahkan, pesanan kompor tidak hanya datang dari wilayah Blitar dan sekitarnya. Sejumlah pembeli dari luar pulau, seperti Kalimantan Timur, turut memesan kompor buatan Andi karena dinilai lebih hemat dan mudah dioperasikan.
"Ada beberapa yang pesan justru dari luar pulau. Dari Kalimantan Timur. Jadi saya kirim ke sana," imbuhnya.
Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual
Di pasaran, kompor alternatif ini dijual dengan harga sekitar Rp450 ribu per unit. Harga tersebut dianggap sebanding dengan manfaat yang ditawarkan, terutama di tengah tingginya kebutuhan akan bahan bakar yang terjangkau.
Dengan adanya inovasi ini, Andi berharap masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada gas LPG. Selain menjadi solusi atas kelangkaan, penggunaan limbah sebagai bahan bakar juga dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu mengurangi pencemaran.
Editor : Bramanta