Rabu, 17 Jun 2026 20:25 WIB

Peran Vital Ajudan dalam Kasus Pemerasan Bupati Tulungagung Gatut Sunu

Bupati Tulungagung Gatut Sunu saat keluar dari gedung KPK. (Foto: KPK/jatimnow.com)
Bupati Tulungagung Gatut Sunu saat keluar dari gedung KPK. (Foto: KPK/jatimnow.com)

jatimnow.com - Peran ajudan Dwi Yoga Ambal, menjadi sorotan dalam perkara pemerasan oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo yang kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam kasus ini, Yoga diduga memiliki peran sentral sebagai penagih sekaligus pengumpul uang dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memenuhi berbagai permintaan sang bupati.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Gatut Sunu dan Dwi Yoga Ambal, alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 25.

Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin dan 9 Pejabat Pemkab Tulungagung Diperiksa KPK

“Saat ini kedua tersangka telah ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta,” ujarnya.

Menurut Guntur, peran Yoga tidak sekadar sebagai ajudan, melainkan aktor penting di balik praktik pemerasan tersebut. Ia disebut rutin menagih setoran kepada kepala OPD.

“YOG ini setiap satu minggu bisa menagih uang dua sampai tiga kali ke kepala OPD,” ungkapnya.

Selain menagih, Yoga juga berperan sebagai pengumpul dana. Setiap ada kebutuhan dari bupati, uang sudah disiapkan dari hasil penarikan ke OPD.

“Selain menjadi penagih, YOG juga sebagai pengumpul. Jadi setiap ada permintaan, YOG sudah siap menyerahkan uang untuk bupati,” jelas Guntur.

Dalam praktiknya, Yoga juga mencatat kewajiban setoran dari masing-masing OPD yang dianggap sebagai “utang”. Hal ini berkaitan dengan modus yang digunakan, yakni penambahan anggaran OPD yang kemudian diminta kembali hingga 50 persen oleh bupati.

“Misalnya Dinas PUPR mendapat tambahan anggaran Rp2 miliar, maka Rp1 miliar dicatat YOG sebagai utang kepala dinas,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Tulungagung Nonaktif, KPK Periksa 9 Saksi di Polda Jatim

Peran Yoga juga terlihat dalam proses pemanggilan kepala OPD untuk menghadap bupati dan menandatangani surat pernyataan loyalitas.

“YOG yang memanggil kepala OPD untuk tanda tangan surat pernyataan, sekaligus mencatat setiap bagian yang dianggap utang OPD kepada bupati,” tambahnya.

Surat tersebut menjadi alat kontrol untuk memastikan loyalitas pejabat. Jika dianggap tidak patuh, pejabat dapat dipaksa mengundurkan diri.

Kasus ini terungkap setelah KPK melakukan OTT di Pendapa Tulungagung pada Jumat (10/4/2026). Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan uang tunai sebesar Rp335,4 juta yang diduga akan diserahkan kepada bupati.

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Tulungagung Non Aktif dan Ajudannya

Dari hasil penyidikan, total permintaan uang kepada 16 OPD mencapai Rp5 miliar. Namun, yang telah terealisasi dan diserahkan melalui Yoga baru sekitar Rp2,7 miliar.

Guntur menegaskan, peran aktif Yoga menjadi kunci dalam terlaksananya praktik pemerasan tersebut.

“Karena YOG sebagai ajudan aktif mewujudkan setiap keinginan GSW. Tanpa peran YOG, tindak pidana ini tidak bisa terwujud,” tegasnya.

Selain sebagai ajudan, Dwi Yoga Ambal juga diketahui merupakan Direktur Catalyst Tulungagung, lembaga bimbingan belajar untuk peserta yang akan masuk seleksi sekolah kedinasan, CPNS, PPPK, TNI dan Polri.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.