Sabtu, 20 Jun 2026 08:23 WIB

Petambak Lamongan di Ambang Rugi, Hasil Panen Menyusut dan Harga Anjlok

Proses panen ikan milik petambak Lamongan, produktifitas menurun. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com).
Proses panen ikan milik petambak Lamongan, produktifitas menurun. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com).

jatimnow.com - Petambak di Lamongan tengah menghadapi tekanan berat. Setelah terdampak banjir, mereka kini dihadapkan pada ancaman kerugian besar akibat menurunnya hasil panen dan anjloknya harga ikan di pasaran.

Kondisi ini dirasakan petambak di Kecamatan Glagah, di mana produktivitas tambak mengalami penurunan signifikan.  Situasi tersebut semakin diperparah oleh turunnya harga ikan akibat panen raya. Akibatnya, keuntungan petambak nyaris tidak ada, bahkan berpotensi merugi dalam jumlah besar.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

“Hampir tidak ada keuntungan. Kalau dihitung, kerugian bisa mencapai 80 sampai 90 persen,” ujar Qomariyah, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, banjir menjadi salah satu penyebab utama. Air yang meluap membuat tambak tergenang dan ikan-ikan lepas keluar meski telah dipasang jaring pengaman.

Selain itu, kelangkaan pupuk turut memperparah kondisi. Padahal, tambak di Lamongan sangat bergantung pada pupuk untuk menyuburkan air dan menumbuhkan plankton sebagai pakan alami ikan.

“Kurangnya pupuk membuat ikan tidak bisa tumbuh besar,” tuturnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Petambak lainnya, Khoirul Anwar, menambahkan bahwa ukuran ikan yang kecil semakin menyulitkan petambak karena berdampak langsung pada harga jual.

Ia menyebutkan, harga ikan di pasaran saat ini relatif rendah. Ikan tombro dijual Rp8-10 ribu per kilogram, bandeng Rp10-15 ribu, nila Rp5-15 ribu, bader Rp5-10 ribu, dan udang Rp35-70 ribu per kilogram, tergantung ukuran.

“Kalau ukurannya terlalu kecil, seperti bader dan nila, tidak laku,” ujarnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Dalam kondisi ini, petambak tidak memiliki banyak pilihan selain segera memanen ikan yang tersisa. Hal itu dilakukan karena lahan tambak akan segera dialihkan untuk musim tanam padi.

“Kami terpaksa memanen, apa pun hasilnya, meski ukuran ikan tidak sesuai harapan dan jumlahnya jauh berkurang,” katanya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.