Kombinasikan Teknologi dan Budaya, Guru PAUD di Lamongan Terbitkan Buku Cerita
- Penulis : Bramanta
- | Rabu, 08 Apr 2026 16:52 WIB
jatimnow.com - Tujuh guru PAUD asal Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, berhasil mencuri antensi setelah sukses membuat buku cerita berjudul Koding Kondang Sekaran. Buku cerita bermuatan lokal ini mengkombinasikan antara teknologi dan budaya lokal setempat untuk meningkatkan ketertarikan belajar dan penguatan identitas dan jati diri daerah.
Ketua tim penyusun buku, Nur Asmaiyah mengungkapkan bahwa buku ini dibuat berseri yang diperuntukan untuk anak jenjang Paud, TK A dan TK B usia 3 sampai 6 tahun.
Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian
“Ide pertama yang mendasari kami adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi dengan budaya yang ada di Kecamatan Sekaran. Harapannya, peserta didik tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi, namun tetap memahami asal-usul dan identitas daerahnya,” jelasnya, Rabu (8/4/2026).
Buku ini sudah melalui pertimbangan standar capaian pendidikan anak, dengan nilai budaya, tradisi masyarakat, sejarah, potensi di Kecamatan Sekaran. Tak hanya itu, pengenalan makanan khas seperti ikan keting, ikan lele, serta buah-buahan lokal juga dimasukkan sebagai bagian dari edukasi gizi bagi anak usia dini.
“Sebelum buku ini launching kami sudah mempertimbangkan seperti itu jadi 7 kebiasaan Anda Indonesia hebat yang menjadi program dari Kemendikdasmen juga turut serta ada dalam buku ini,” katanya.
Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya
Untuk tahap awal, pihaknya merencanakan pencetakan sebanyak 1.000 eksemplar yang akan didistribusikan pada tahun ajaran 2026/2027 bagi masing-masing jenjang usia.
Semantara itu, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi menyambut baik inovasi yang dilakukan guru di Kecamatan Sekaran. Menurutnya, penguatan muatan lokal dalam pendidikan sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri budaya di tengah arus globalisasi.
Saat ini TP PKK juga tengah berupaya menyusun skema pembiayaan, agar buku tersebut bisa dimiliki anak-anak tanpa membebani orang tua. Oleh karena itu, pihaknya akan menggelar diskusi lanjutan guna mencari solusi terbaik.
Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG
“Tadi juga sudah saya sampaikan dalam sambutan, ke depan kita akan terkendala masalah biaya. Maka nanti akan ada diskusi lagi, bagaimana manfaat dari tiga buku ini bisa dirasakan tanpa membebani wali murid,” pungkasnya.
Editor : Bramanta