Selasa, 16 Jun 2026 09:17 WIB

Pelajar di Jember Dikeroyok dan Ditelanjangi, Videonya Disebar ke Grup Sekolah

  • Penulis : Yanuar D
  • | Rabu, 01 Apr 2026 17:05 WIB
Korban saat dikeroyok 10 pemuda. (tangkapan layar video)
Korban saat dikeroyok 10 pemuda. (tangkapan layar video)

jatimnow.com - Seorang pelajar SMA berinisial F (15) di Jember menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 pemuda. Tak hanya dipukul dan ditendang, korban juga ditelanjangi. Aksi tersebut direkam dan videonya kini viral di media sosial, membuat korban mengalami trauma berat hingga enggan bersekolah.

Ibu korban mengungkapkan, peristiwa itu bermula saat anaknya dijemput oleh sejumlah temannya menggunakan sepeda motor pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

Korban kemudian dibawa ke lokasi sepi di area persawahan Bulakan Kecik, Desa Keting, Kecamatan Jombang. Di tempat tersebut, korban diduga langsung dikeroyok.

“Anak saya dibawa keluar malam, dijemput paksa. Lalu sekitar pukul 02.30 WIB baru pulang,” ujar ibu korban saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, dari sekitar 10 pelaku, dua di antaranya merupakan teman lama korban saat masih SMP, sementara sisanya tidak dikenal.

“Dikeroyok sekitar 10 anak. Dua teman SMP dulu, delapan lainnya tidak kenal. Sekarang anak saya kelas 1 SMA,” katanya.

Selain dipukuli, korban juga ditelanjangi dan dipaksa berendam di parit. Setelah kejadian, korban ditinggalkan sendirian di lokasi yang sepi.

“Setelah dikeroyok, anak saya ditinggal begitu saja. Dia pulang jalan kaki sekitar 3 kilometer,” jelasnya.

Saat tiba di rumah, kondisi korban mengalami sejumlah luka.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

“Banyak lebam di tangan, luka lecet, bibir pecah, dan bagian kepala juga kena,” ungkapnya.

Dari video yang beredar, korban terlihat mengalami kekerasan fisik secara brutal.

“Di video terlihat kepalanya diinjak, dipukul, wajahnya ditendang, juga ditonjok,” tambahnya.

Peristiwa ini diduga dipicu kesalahpahaman. Ibu korban menyebut, ponsel milik anaknya sempat digunakan orang lain untuk mengirim voice note (VN) yang menyinggung pihak tertentu.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

“Sepertinya HP anak saya dipakai temannya untuk kirim VN sembarangan. Yang dikirimi tidak terima, lalu mencari anak saya,” jelasnya.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Jombang.

Akibat kejadian itu, korban kini mengalami trauma dan memilih tidak masuk sekolah. Terlebih, video saat dirinya ditelanjangi tersebar di grup sekolah.

“Senin masih sempat sekolah, tapi sekarang tidak mau karena malu dan takut. Video saat anak saya ditelanjangi hanya pakai celana dalam sudah tersebar di grup sekolah,” pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.